Maskapai Nasional ‘Serbu’ Singapore Airshow
Maskapai penerbangan nasional terus menggeliat. Melihat potensi penerbangan nasional maupun internasional yang terus membesar, sejumlah maskapai berlomba meningkatkan performa dan kian ekspansif. Dalam ajang Singapore Airshow yang akan digelar mulai hari ini, 14-19 Februari 2012, sejumlah maskapai dan perusahaan bengkel pesawat Tanah Air akan menandatangani kerjasama, baik pembelian pesawat maupun perawatan pesawat.
Dalam ajang pameran kedirgantaraan dua tahunan yang terbesar diselenggarakan tahun ini, maskapai-maskapai Tanah Air yang sudah menyatakan menandatangani kerjasama mapun pembayaran transaksi pembelian pesawat, diantaranya Lion Air dan Garuda Indonesia. Tak ketinggalan, perusahaan bengkel pesawat, PT GMF Aeroasia juga turut menandatangani sejumlah perjanjian.
Maskapai Lion Air, menurut Direktur Umum Lion Air Edward Sirait, pada Singapore Airshow akan menandatangani perjanjian pembelian pesawat Boeing 737-900 ERs Next Generation sebanyak 29 unit dan Boeing 737MAX sebanyak 201 unit senilai 21,7 miliar dollar AS sekitar Rp 195,3 triliun.
Untuk pemesanan ke-230 pesawat Boeing ini sebelumnya sudah dilakukan penandatangan nota kesepahaman yang dilakukan Presiden Direktur Lion Air Rusdi Kirana dan CEO Boeing Jim Albaugh di Bali dan disaksikan Presiden AS Barrack Obama. “Perjanjian pembeliannya baru kami lakukan pada ajang Singapore Airshow pada 14-19 Februari 2012 di Singapura,” kata Edward, Senin (13/2).
Selain penandatangan pembelian 230 pesawat Boeing tersebut, Edward menambahkan, pihaknya juga akan menandatangani pembeli empat unit pesawat jet pribadi jenis Hawker 900 XP dengan pabrikan pesawat Hawker Beechcraft Corporation senilai 70 juta dollar AS atau sekitar Rp 630 miliar. “Kami akan melakukan pembayaran dengan Hawker senilai Rp 630 miliar untuk pembelian empat Hawker 900 XP pada pekan depan pada ajang Singapore Airshow,” kata Edward.
Edward mengatakan, pembelian empat pesawat tersebut sebagai pendukung pengembangan bisnis usaha penyewaan jet pribadi yang akan mulai dioperasikan pada kuartal III/2012.
Sementara itu Direktur Keuangan Garuda Indonesia, Elsia Lumbantoruan, mengatakan pihaknya akan menandatangani perjanjian pembelian 18 pesawat berkapasitas tempat duduk di bawah 100 atau sub-100 seater.
“Soal pembelian pesawat sub-100 seater ini, kami masih proses finalisasi untuk negosiasi dengan pabrikan Bombardier. Kami belum temukan keputusan, tetapi akan ada penandatangan perjanjian pembelian 18 pesawat sub-100 seater pada ajang Singapore Airshow,” kata Elisa.
Dia menambahkan pihaknya menargetkan pada Oktober 2012 sudah bisa mengoperasikan sub-100. Pesawat-pesawat ini akan dioperasikan untuk rute-rute yang tidak melewati Jakarta seperti Medan-Makassar, Medan-Surabaya, Makassar-Manado, Makassar-Ternate dan lain-lain.
Sebaliknya, maskapai Sriwijaya Air belum memanfaatkan ajang bergengsi dua tahunan ini untuk penandatangan perjanjian kerjasama. “Kami tidak ada penandatanganan kerjasama dalam ajang Singapore Airshow kali ini, kami hanya mengirimkan delegasi kesana karena ada undangan. Semua perjanjian pembelian pesawat kami sudah selesai, sehingga tidak ada lagi yang perlu ditandatangani,” kata Senior Manajer Humas Sriwijaya Air, Agus Soedjono.
Anak Usaha Garuda Indonesia , PT GMF AeroAsia, perusahaan bengkel pesawat, juga turut memanfaatkan ajang Singapore Airshow. Perusahaan ini menargetkan akan memperkuat posisinya sebagai perusahaan MRO di kawasan Asia dengan membidik sejumlah pelanggan internasional.
VP Marketing and Sales GMF, Jemsly Hutabarat mengatakan, dalam pameran dua tahunan ini GMF AeroAsia akan menandatangani beberapa kontrak kerja sama perawatan pesawat dan mesin dengan sejumlah maskapai, baik sebagai existing customer maupun customer baru. “Ada sekitar 12 kontrak kerja sama yang akan ditandatangani,” katanya.
Dia menambahkan, GMF AeroAsia hanya mengikuti dua pameran industri penerbangan yakni Dubai Airshow dan Singapore Airshow. Menurut Jemsly, GMF memanfaatkan Singapore Airshow 2012 yang berlangsung pada 14-19 Februari ini sebagai sarana melakukan penetrasi pasar, terutama pasar di kawasan Asia.
Singapore Air Show (SAS) yang akan dibuka pada 14 Febuari dan ditutup pada 19 Febuari 2012. Ajang ini akan diikuti sekitar 216 peserta dari 80 negara. Sekitar 65 pesawat akan ditampilkan dalam area 100.000 meter persegi di luar ruangan, termasuk pesawat militer, pesawat penumpang mewah dan jet bisnis.
Singapore Air Show merupakan kegiatan yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali, merupakan pameran kedirgantaraan terbesar ketiga di dunia setelah Paris Le Bourget dan Inggris Farnborough.
Dalam situs resminya disebutkan pada ajang Singapore Airshow sebelumnya, 2010, tercatat nilai transaksi sebesar US$10 miliar, dan diikuti 250 delegasi dari lebih dari 70 negara mengikuti kegiatan yang digelar dalam ruang tertutup di Pusat Pameran Changi. Tahun ini peserta yang akan menjadi pusat perhatian diantaranya Boeing 787 Dreamliner, G 280 Gulfstream dan Hawker 900 XP.
(Surabaya Post Online)
Berita Terkait
Komentar Terakhir
- memang SOTOY orang ini,bukan
4 days 12 hours ago - semua itu sudah mempunyai
1 week 1 hour ago - Pertama2, yg menerbangkan
1 week 6 hours ago - SOk TAHU orang ini....!
1 week 1 day ago - Kaltim adalah propinsi
1 week 4 days ago - Bangga terhadap Indonesia,
2 weeks 5 hours ago - Hello
Penerbangan Terlambat
2 weeks 3 days ago - Kepada
Yth Bapak/Ibuk
2 weeks 4 days ago - Lho....katanya gratis....
3 weeks 1 day ago - Hahahaha.........pada
3 weeks 3 days ago








Comments
Post new comment