DomestikHighlight

Ancaman Hukuman Bagi Yang Bercanda Bawa Bom

Kejadian beruntun penumpang yang bercanda membawa bom di saat akan terbang sudah semestinya pelajaran berarti bagi pemegang regulator. Hal sepele tersebut tidak bisa dipandang sebelahmata, pasalnya hal itu sudah mengganggu jadwal penerbangan dan menimbulkan keresahan bagi penumpang dan otoritas bandar udara.
Juru Bicara Kementerian Perhubungan J.A Barata mengatakan para penumpang yang memberi informasi palsu atau bercanda membawa bom atau bahan peledak di dalam bandar udara atau pesawat bisa dipenjara. “Pelaku bisa dipenjara paling lama 1 tahun,” ujar Barata dikutipTempo Jumat, 1 Mei 2015.

Menurut Barata, pelakunya bisa dijerat dengan Pasal 344 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. “Huruf e Pasal 344 menyatakan, menyampaikan informasi palsu yang membahayakan keselamatan penerbangan,” kata dia.

Salah satu insiden yang terjadi yakni ketika seorang penumpang pesawat Lion Air JT 2500 tujuan Jakarta-Padang, Letnan Kolonel Laut Ganda Wilaga, mengaku membawa bahan peledak bom. Meski terkesan bercanda, hal itu membuat heboh kru dan penumpang pesawat.

Seluruh penumpang dikeluarkan dari pesawat dan penerbangan ditunda. Sedangkan Ganda diperiksa. Manajer Humas dan Protokol Bandara Soekarno-Hatta, Yudis Tiawan, mengatakan setelah dilakukan pemeriksaan, investigasi, dan sterilisasi, ternyata tidak ditemukan adanya bom.

Ganda kemudian dibebaskan dengan terlebih dahulu membuat pernyataan permintaan maaf serta menyatakan bahwa pernyataannya tersebut hanya bercanda. Namun, Lion Air menolak memberangkatkan Ganda, sehingga Ganda melanjutkan penerbangannya menuju Padang menggunakan pesawat Garuda. (*/Eq)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker