DESTINATIONDomestikHighlightHot News

Angkasa Pura I Dukung Fokus Pengembangan Wisata Keagamaan di Kalsel Melalui Collaborative Destination Development

Infopenerbangan.com, Banjarbaru – Bandara Syamsudin Noor menggelar program Collaborative Destination Development, sebuah sarana membangun sinergi dan konektivitas untuk meningkatkan perekonomian Kalimantan Selatan dengan wisata religi sebagai leading sektornya pada 14 Desember 2016 di Hotel Golden Tulip, Banjarmasin.

Mengangkat tema “Draws Closer Religious Tourism At Jewel Of Borneo”, Bandara Syamsudin Noor mengajak pihak-pihak yang memiliki peran strategis mulai dari Kementerian Agama Kalsel, Gubernur Kalsel, Walikota Banjarmasin, Walikota Banjarbaru, Dinas Perhubungan Kalsel, Lanud Sjamsuddin Noor, Dinas Pariwisata Kalsel, mitra kerja, dan mitra usaha untuk berdiskusi mewujudkan Kalsel sebagai wisata religi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut dari PT Angkasa Pura I diantaranya Direktur Komersial & Pengembangan Usaha, Mochammad Asrori, Aviation Marketing Group Head, General Manager Bandara Syamsudin Noor, Handy Heryudhitiawan dan jajarannya.

Tingginya trafik penerbangan di Bandara Syamsudin Noor yakni sekitar 3,6 juta orang tiap tahunnya telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan daya saing Provinsi Kalsel. Kehidupan masyarakat Kalsel yang kental dengan budaya Islam telah melahirkan potensi baru yang dapat mendorong pengunjung untuk merasakan pengalaman langsung berada di tengah-tengah budaya ini. Belakangan wisata religi menjadi tren baru yang diminati banyak orang. Kalimantan Selatansendiri memiliki Masjid Sultan Suriansyah, Makam Sultan Suriansyah, Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Pura Agung Jagat Natha, Gereja Katedral Keluarga Kudus, Klenteng Seotji Nurani, dan masih banyak lagi yang lainnya yang masih dapat dikembangkan baik promosi maupun infrastruktur penunjangnya.

Infopenerbangan.com
Infopenerbangan.com

Belakangan wisata religi menjadi tren baru yang diminati banyak orang. Kalimantan Selatan sendiri memiliki Masjid Sultan Suriansyah, Makam Sultan Suriansyah, Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Pura Agung Jagat Natha, Gereja Katedral Keluarga Kudus, Klenteng Seotji Nurani, dan masih banyak lagi yang lainnya yang masih dapat dikembangkan baik promosi maupun infrastruktur penunjangnya.

Saat ini prosentase untuk tujuan pariwisata ke Kalsel hanya 13% sedangkan prosentase terbanyak yakni 53% adalah untuk kepentingan keluarga. Penyelenggaraan Collaborative _Development Destination_ ini diharapkan dapat mendorong target peningkatan prosentase kunjungan wisata hingga 20% ke depannya. Dengan keterlibatan seluruh stakeholder, tentunya target yang tidak hanya menguntungkan PT Angkasa Pura I melainkan untuk Kalimantan Selatan ini akan lebih cepat tercapai.

Acara Collaborative Destination Development semakin berkesan karena pada saat yang sama Bandara Syamsudin Noor juga meraih International Standard Organization atau ISO 9001:2008 dari United Register of Systems (URS) Services Indonesia. Sertifikat ISO 9001:2008 ini diberikan untuk kategori pelayanan Airport Passenger Service (Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara / PJP2U) dengan seritifkat bernomor 78032/A/0001/UK/En yang dikeluarkan tanggal 15 Oktober 2016.

Infopenerbangan.com
Infopenerbangan.com

Sertifikat pelayanan jasa penumpang pesawat udara merupakan wujud komitmen PT Angkasa Pura I dalam perbaikan sistem dan menjamin kualitas mutu pelayanan kepada pengguna jasa dalam hal ini penumpang Bandara Syamsudin Noor.

Pelayanan jasa penumpang pesawat udara atau yang kerap disingkat PJP2U ini memiliki cakupan yang sangat luas, yaitu mulai dari fasilitas check-in, fasilitas imigrasi, fasilitas bea cukai, pemeriksaan security, pelayanan bagasi, pemberian informasi jadwal penerbangan, kebersihan, ketersediaan fasilitas uum, hingga kesejukan ruang terminal.

Untuk mendapatkan sertifikat ini Bandara Syamsudin Noor memulai dari pendokumentasian semua prosedur baik yang berkaitan langsung dengan pelayanan maupun pendukungnya, lalu pelaksanaan audit secara audit oleh tim URS Services Indonesia. Mereka mengaudit langsung kelengkapan dokumen dan bagaimana aplikasinya di terminal. Jadi mulai dari produk sampai prosesnya semuanya diaudit.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker