DomestikHighlight

Asosiasi Pilot Lion Air tak di Akui Perusahaan di Laporkan ke DISNAKER

Kisruh antara Manajemen Lion dengan Asosiasi Pilot Lion terus berlanjut hal ini terjadi dikarenakan belum ada titik temu kesepakatan antar keduanya. Ketua Asosiasi Pilot Lion Group Eky Adriansjah mengatakan akan melaporkan perusahaannya ke Dinas Tenaga Kerja. Lion Air dilaporkan karena sudah dua kali tidak menghadiri pertemuan tripatrit untuk menyelesaikan konflik antara pekerja dan manajemen. Namun Direktur Lion Edward Sirait mengaku tidak mengetahui keberadaan asosiasi pilot tersebut. Eky mengatakan perusahaan berdalih tidak menerima surat panggilan untuk menghadiri pertemuan tripatrit. Kalau sampai tiga kali mangkir dalam pertemuan tripatrit Disnaker akan merekomendasikan dibawa ke PHI. Konflik antara pilot dengan perusahaan terjadi menyusul aksi mogok yang dilakukan para pilot pada 10 Mei 2016. Para pilot mogok lantaran uang transport belum diganti. Akibat aksi tersebut beberapa jadwal penerbangan mengalami penundaan. Eky menuturkan aksi tersebut bukan semata karena faktor uang transport. Menurut dia itu hanya sebagian kecil dari masalah yang dialami para pilot. Lucky Setya Andika salah satu pilot Lion Air mengatakan ada masalah lain yang mereka p[ersoalkan, seperti panjangnya masa kontrak selama 18 tahun dan pinalty US$ 700 ribu bila keluar dari perusahaan sebelum kontrak habis. Hal ini dialami terutama pada co-pilot ujar Lucky Setya Andika. Ada pula iuran BPJS yang tidak dibayarkan oleh perusahaan dengan jumlah yang semestinya. “Jaminan hari tua yang 10 tahun kerja Cuma Rp. 12 juta” tuturnya. Perusahaan juga menjadikan beberepa pilot yang ikut mogok massal berstatus stand by. Sehingga sejak 10 Mei 2016 mereka tidak lagi dapat menerbangkan pesawat, imbasnya bila selama 3 bulan tidak lagi terbang, SIM pilot tidak berlaku lagi, “harus simulator lagi” ujar Eky. Para pilot tidak dapat menerima alasan perusahaan yang mengatakan kebijakan tersebut berlaku karena sedang masa low season. Menurut mereka, saat peak season, manajemen justru menggunakan pilot dari Batik Air. Eky juga menduga ada upaya pemberangusan serikat pekerja oleh perusahaan, alasannya ada pelaporan kepada Badan Reserse Kriminal Mabes Polri kepada para pilot yang mogok kerja dengan dugaan pencemaran nama baik. Hasan Basri sebagai salah satu pilot Lion Air yang diperiksa Bareskrim menambahkan, kalaupun aksi mogok dianggap pelanggaran seharusnya manajemen memanggil terlebih dahulu pilot-pilot yang terlibat bukannya langsung melaporkan ke Bareskrim. Hasan Basri mengatakan sejak tanggal 10 Mei 2016 hingga sekarang dia belum dipanggil atasannya. Para pilot beranggapan pelaporan ke Bareskrim justru bentuk tekanan bagi para pilot agar tidak kritis pada perusahaan. Menurut Eky hal tersebut tidak dapat diterima. Ia beralasan perusahaan merujuk pada pemberitahuan media online yang mengutip pernyataan seorang pilot soal alasan mogok massal. “Mogok karena uang transport tidak dibayar, menurut Lion ini pencemaran nama baik” kata Eky. Pasalnya dalam pemberitaan media online itu yang dikutip tidak memberikan namanya (anonim). Jumat, 1 Juli 2016 Direktur Lion Air Edward  Sirait membenarkan adanya pemanggilan tersebut ( Rabu, 29 Juni 2016 ) namun dia menyatakan belum tau apa yang dilaporkan, perusahaan akan temukan dulu permasalahnya. Edward mengaku tidak mengetahui keberadaan asosiasi pilot Lion Air tersebut. Menurut dia pemogokan yang pernah dilakukan pilot Lion hanya dilakukan oleh segelintir orang. Menurut Edward pilot Lion tidak pernah mogok, yang mogok itu oknum yang bikin susah teman, perusahaan dan penumpang. Surat pemanggilan dari Dinas Tenaga Kerja seharusnya dipenuhi pada tanggal 30 Juni 2016. Namun lantaran perusahaan memiliki agenda lain maka perusahaan akan memenuhi panggilan tersebut setelah Idul Fitri. Edward belum tahu dengan pasti siapa yang melaporkan perusahaan ke Dinas Tenaga Kerja, Ia berjanji akan mengklarifikasi dahulu permasalahannya. Edward membantah apabila surat tersebut dikaitkan dengan peristiwa pemogokan sejumlah pilot Lion Air. Aid – berbagai sumber.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker