DomestikHot NewsNews

Bahas Permasalahan Pilot, IPI Adakan Pertemuan Dengan Komisi IX DPR RI

Infopenerbangan,- Ikatan Pilot Indonesia yang diwakili oleh, Rama Noya, Kukuh Handoyo, Ziva Mahendra, M. Khadafi, T. Gultom, Aditya B, Henry Sitorus, Heri Martanto mengadakan pertemuan dengan Ketua komisi IX Dede Yusuf beserta beberapa anggota komisi IX selaku perwakilan dari anggota komisi IX DPR RI   untuk menyampaikan permasalahan ketenagakerjaan yang dihadapi pilot Indonesia pada Selasa, 25 April 2017, bertempat di Ruang Rapat Komisi IX DPR RI Gedung Nusantara 1, Senayan, Jakarta.

Dede Yusuf, selaku pemimpin petemuan tersebut, menanyakan kepada IPI mengenai permasalahan yang dimiliki oleh sebagian besar Pilot yang ada di Indonesia terutama Pilot lokal.

Capt. Rama Noya, salah satu perwakilan IPI menyebutkan bahwa permasalahan kontrak kerja pilot Indonesia dan gaji Pilot asing yang jauh lebih tinggi dari Pilot lokal merupakan permasalahan yang paling utama dihadapi oleh Pilot Indonesia.

Menurutnya, seharusnya seorang pilot lokal tidak boleh mendapatkan PKWT (Perjanjian Kerja Untuk Waktu Tertentu) sesuai dengan UU NO.13 Tahun 2003, sebab dalam undang-undang pekerja inti harus diangkat menjadi pegawai tetap apabila telah bekerja selama lebih dari 3 tahun. Bahkan dijelaskan dalam Kepmenakertrans Nomor 100 Tahun 2004 tentang ketentuan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) adalah pekerjaan yang sifatnya sementara atau paling sifat penyelesaiannya selama 3 tahun.

WhatsApp Image 2017-04-25 at 17.24.24

Selanjutnya Capt. Kukuh Handoyono juga menjelaskan sekitar 60% dari 8000 Pilot aktif di Indonesia masih berstatus kontrak atau bermasalah dengan perjanjian kerja, dengan durasi kontrak kerja yang mencapai 2-20 tahun tergantung dari masing-masing maskapai penerbangan, bahkan di salah satu maskapai bila seorang pilot kontrak mengundurkan diri atau dikeluarkan dari perusahaan maka pilot tersebut harus membayar penalti sebesar 1 juta dollar US .

Ia menambahkan seharusnya sebagai pekerja inti seorang pilot itu harus diangkat sebagai pegawai tetap karena apabila seorang pilot masih berstatus kontrak maka akan berdampak pada faktor psikologis yang akan mempengaruhi pikiran dan beban kerja dari seorang pilot karena tak terpenuhinya kesejahteraan psikologis, terutama dimana masa-masa akan berakhirnya kontrak pilot tersebut .

Dengan ketidakpastian masa kerja seseorang, faktor terburuk yang biasanya akan terjadi adalah Human Error  yang dimana akan berdampak pada keselamatan penerbangan, selain itu permasalahan yang dihadapi pilot lokal saat ini adalah masalah gaji pilot lokal yang jauh lebih rendah dibandingkan pilot-pilot asing di Indonesia, padahal kualitas yang dimiliki Pilot lokal tidak kalah dengan kualitas Pilot asing, akan tetapi pilot lokal mendapatkan gaji pokok yang jauh lebih rendah dari pilot asing yang bekerja di Indonesia.

Menjawab hal itu, Dede Yusuf, selaku ketua komisi IX DPR RI dan sebagai pimpinan pertemuan, mengatakan bahwa komisi IX akan meneruskan hal ini saat raker dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Ia serta anggotanya akan mengadakan pertemuan secara langsung dengan Kemenhub untuk membahas hal ini, karena Pilot adalah pekerja inti dalam dunia penerbangan seharusnya Pilot mendapatkan kejelasan dalam masa kerja sesuai dengan UU Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003.

“Sebab investasi terbesar dari sebuah perusahaan penerbangan itu bukan hanya pesawat saja tetapi si penerbang karena dia menjalankan alat yang jutaan dolar yang berisi manusia, oleh karena itu mereka harus mendapatkan kelayakan,”tutupnya. (*RA)

Tonton videonya disini:

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker