Infopenerbangan,- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah mencari investor baru, untuk kembali menerbangkan maskapai PT Merpati Nusantara Airlines (Persero). Setelah ada investor yang cocok, Kementerian BUMN akan melaporkan ke DPR untuk bisa beroperasi kembali.

“Sudah memasuki era mencari investor. Setelah itu baru kami ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kalau memang diperlukan untuk mendapatkan persetujuan privatisasi,” tutur Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro di kantor Kementerian BUMN, Selasa (12/9).

Aloy mengaku, saat ini sudah ada beberapa investor yang berminat menghidupkan Merpati. Namun, perlu dikaji lebih lanjut mengenai keseriusan calon investor tersebut.

“Bisnis airlines itu tidak mudah, ada tetapi kita mencari yang benar-benar serius. Pada saat sekarang memang sudah ada minat satu dua tetapi kita harus lihat dulu untuk mendapatkan yang firm,” ujar Aloy.

Tak cuma itu, Kementerian BUMN juga terus fokus pada upaya penyelesaian hak lebih dari 1.000 karyawan yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Hingga kini, sebanyak 98 persen dari karyawan perusahaan yang di-PHK telah menerima pesangon.

“Pembayaran (hak) tidak 100 persen, tetapi kami sudah mendapatkan kesepakatan dengan pekerjanya,” jelasnya.

Meskipun bisnis penerbangan Merpati berhenti, namun masih ada dua anak usaha lainnya yang masih berjalan yaitu, Merpati Training Center yang bergerak dalam bidang penyaluran SDM dan juga Merpati Maintenance Facility yang bergerak dalam perawatan pesawat. (*/NP)

 

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here