Para Peretas Ancam Penerbangan
Perangkat lunak kontrol penerbangan bisa disusupi para peretas dengan tujuan melempangkan sejumlah penerbangan gelap. Ini mengancam keselamatan dalam transportasi udara sejagat.
Pakar keamanan penerbangan udara asal Siprus, Andrei Costin, memperlihatkan bukti-bukti temuannya dalam pertemuan ahli teknologi informasi terkait penerbangan di Las Vegas, Amerika Serikat, Kamis (26/7/2012). “Ini hanya sekadar informasi,” kata Costin, saat menjelaskan betapa seseorang dengan kemampuan biasa serta dengan alat seharga 2.000 dollar AS bisa mengelabui pengontrol bandara.
Kemampuan ini juga bisa membuat para peretas melacak penerbangan para selebriti saat terbang dalam pesawat pribadi.
Para peretas menyusupi sistem ADS-B, yang sebenarnya berharga mahal. Sistem itu menjadi sarana komunikasi di antara sejumlah pesawat dan juga dengan sejumlah bandara. Sistem ini bertujuan untuk membuat perjalanan udara bergerak secara efisien.
Kelemahan sistem ADS-B ini adalah tidak bisa mengonfirmasi siapa yang mengirimi pesan penerbangan. Ini artinya ada potensi komunikasi dari penerbangan tak berizin, yang selanjutnya bisa menyebabkan malapetaka di udara. “Tidak ada perlengkapan untuk memastikan pesan penerbangan itu asli atau palsu,” kata Costin.
Di sisi lain, semakin banyak penerbangan gelap di udara.
Pihak-pihak yang bisa memanfaatkan kemampuan para peretas ini adalah paparazi pemburu pesawat pribadi selebriti.
Costin memperlihatkan seorang rekan yang bisa mengidentifikasi sebuah pesawat dengan memalsukan nomor-nomor identifikasi Air Force One, pesawat yang dipakai Presiden AS. Rute penerbangan yang memalsukan nomor pesawat kepresidenan AS itu juga bisa disajikan di layar iPad. Tindakan seperti itu bisa dimanfaatkan para penjahat dan menjualnya kepada para pengguna yang membutuhkan.
(Kompas)

Belum ada komentar.