Pesawat Bertenaga Matahari Pulang Kandang dengan Selamat

article-image

Pesawat bertenaga matahari buatan Swiss akhirnya kembali ke kandang di negeri bersalju itu setelah melengkapi penerbangan bersejarah antarbenua pada Selasa (24/7) waktu setempat.

Pesawat berteknologi tinggi tersebut disambut kerumunan massa yang antusias di bandara Payerne sebelah barat Swiss. Pesawat ini memulai penerbangan dari Eropa menuju Afrika Utara pada 24 Mei lalu.

“Ini merupakan sebuah perjalanan yang luar biasa. Tidak hanya dengan yang bisa dihasilkan oleh pesawat ini, tetapi juga karena kami memiliki tim yang solid,” ungkap Andre Borschberg, salah satu pimpinan proyek.

Perjalanan pesawat yang diawaki pilot Bertrand Piccard ini sebelum mendarat di Swiss sempat tertunda di Toulouse, Prancis selatan selama sepekan karena faktor cuaca berawan. Padahal pesawat sudah melengkapi perjalanannya melalui Spanyol, Maroko dan berniat kembali pulang ke Swiss.

Pesawat high-tech ini memiliki sayap degan panjang seperti pesawat penerbangan biasa, namun beratnya tak lebih dari sebuah mobil kecil, dan diisi oleh sel solar sebanyak 12.000 dengan empat mesin listrik.

Tahun lalu pesawat ini sudah melalui jarak 6.000 km dari Paris menuju ke Brussels. Perjalanan pesawat bertenaga matahari ini terjauhnya dengan rekor 26 jam, 10 menit, 19 detik. Pesawat ini juga mampu mencetak rekor terbang pada ketinggian 9.235 meter.

(Suara Pembaharuan)

Komentar

Belum ada komentar.




Nickname:

E-mail:

Homepage:


Komentar anda

Submit