Tim sepakbola putri Jepang diperlakukan berbeda
Tim sepakbola putri Jepang menjadi salah satu unggulan di Olimpiade London.
Meski sudah menjadi juara dunia, tim sepakbola putri Jepang ternyata tetap mengalami perbedaan perlakuan dari tim sepakbola pria.
Saat menuju London untuk mengikuti Olimpiade 2012, Homare Sawa dan kawan-kawan hanya duduk di kelas ekonomi penerbangan Japan Airlines yang melintasi Paris.
Ironisnya di pesawat yang sama, tim sepakbola U-23 – yang tidak diunggulkan meraih medali – justru duduk di kelas bisnis yang tentunya lebih nyaman.
“Saya kira seharusnya posisinya terbalik,” kata pahlawan tim jepang Homare Sawa, 33, kepada media Jepang saat tiba di Paris, Prancis.
“Bahkan dari sisi usia kami lebih senior,” tambah Sawa sambil tersenyum.
Pemain sepakbola putri terbaik dunia 2011, Homare Sawa akan menjadi pesepakbola Jepang tertua yang berlaga di Olimpiade London.
Dalam cabang sepakbola putri tidak ada batasan usia seperti halnya di cabang sepakbola putra.
Tim U-23 Jepang terikat aturan Olimpiade yang hanya memperbolehkan tiga pemain senior saja yang dapat memperkuat tim sepakbola olimpiade.
Tampil baik
“Saat kami jadi juara dunia, kursi kami diubah dari kelas ekonomi ke kelas bisnis dalam penerbangan pulang.”
Homare Sawa Sawa, yang tampil di olimpiade keempat dan mungkin yang terakhir baginya, berharap tim putri bisa tampil baik di London bisa mengubah nasib mereka saat pulang nanti.
“Saat kami jadi juara dunia, kursi kami diubah dari kelas ekonomi ke kelas bisnis dalam penerbangan pulang,” kenang Sawa.
“Saya harap kami bisa menghasilkan prestasi sama sehingga kami diperlakukan sama dalam perjalanan pulang kami,” harap dia.
Komite Olimpiade Jepang memang memesan penerbangan kelas ekonomi untuk para atlet yang berangkat ke London, kecuali untuk atlet bertubuh besar misalnya atlet judo.
Pemain bintang kerap mengubah sendiri kelas penerbangannya dengan bantuan sponsor demi mendapatkan perjalanan yang lebih nyaman.
Sedangkan Asosiasi Sepakbola Jepang (JFA) sejak Olimpiade 1996 di Atlanta, AS memberikan kelas bisnis untuk para pesepakbolanya karena status profesional mereka.
Dalam Olimpiade London, JFA mengubah tiket tim putri ke kelas ekonomi ‘premium’ karena mereka dianggap sebagai atlet yang berpotensi mendapatkan medali.
Nadeshilo -sebutan tim putri Jepang- akan memulai laga melawan Kanada pada 25 Juli, dalam grup yang juga terdiri atas Swedia dan Afrika Selatan.
Amerika Serikat, yang kalah dari Jepang dalam final Piala Dunia 2011 lalu, akan menghadapi Prancis, Kolombia dan Korea Selatan dalam upaya merebut emas sepakbola ketiga secara beruntun.
(BBC Indonesia)

Belum ada komentar.