DomestikHighlight

Chappy Hakim: Sudah waktunya Kemenhub…..

Infopenerbangan – Lion Air terus diuji, setelah Februari lalu maskapai swasta nasional ini mengalami delay berkepanjangan sejak Rabu (18/2) hingga Minggu (22/2). Delay ini merupakan rekor delay terpanjang dalam sejarah dunia penerbangan nasional dan telah mengakibatkan sekitar 567 penerbangan Lion Air terhambat

Belum reda kasus desahan di kokpit di penerbangan Lion Sabtu (14/11), muncul lagi kasus delay berujung pada kekacauan di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng Sabtu (21/11).

(Baca : Lion Delay Terjadi Chaos di Bandara CGK)

Berulangnya kejadian delay maskapai penerbangan Lion Air ini, tak urung membuat seorang pengamat penerbangan Marsekal (Purn) Chappy Hakim angkat bicara.

Mengutip dari detik.com, Chappy mengatakan bahwa, pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan harus mengambil langkah tegas. Kasus delay berujung chaos pada penerbangan Lion Air JT 898 di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng tesebut bisa berdampak buruk bagi Indonesia.

“Masyarakat luas melihat bagaimana delay (maskapai Lion Air) yang nggak karu-karuan. Dan puncaknya itu kemarin. Itu sebagai titik kulminasi. Kalau tidak ada tindakan yang serius, maka kepercayaan penerbangan internasional akan hilang. Kepercayaan itu tidak hanya kepada maskapai yang bersangkutan, tapi juga kepada otritas penerbangan nasional,” kata Chappy.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) ini menilai, peristiwa delay berujung chaos itu sangat memalukan dan kontra produktif. Khususnya dengan usaha pemerintah agar Indonesia masuk dewan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO).

“Ini sangat memalukan dan sangat kontra produktif dan sangat merugikan usaha keras pemerintah untuk bisa kembali menjadi council member di ICAO dan berupaya supaya bisa sederajat, sama tinggi dengan negara di dunia dan kawasan ASEAN. Kemudian terjadi kejadian seperti itu. Jadi ini merupakan kejadian sangat memalukan dan kejadian yang sangat kontra produktif,” ucapnya tegas.

Ditambahkan Chappy, jika di sebuah internasional airport ada penumpang di runway, apalagi sampai menyerbu ke pesawat lain dan berujung chaos, itu merupakan hal yang sangat fatal.

“Bagaimana kepercayaan dunia internasional terhadap internasional airport di Indonesia kalau dia mau landing tau-tau ada orang bisa di runway. Itu pertanyaan besar. Jadi ini harus dipahami sebagai satu hal yang sangat serius, Dan kalau saya melihat ini sudah waktunya Kementerian Perhubungan untuk membekukan sementara (Lion Air) dan melakukan audit internal untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi,” imbuh Chappy Hakim.

Seringnya kejadian delay pada maskapai Lion Air ini, nampaknya harus mendapatkan perhatian serius dari pemerintah selaku regulator untuk memberikan sanksi yang lebih tegas terkait layanan buruk maskapai.

Namun nampaknya sanksi tegas belum akan diberikan kepada maskapai. Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Julius Barata Minggu (22/11), dikutip dari Tempo.co mengatakan bahwa, sanksi tidak langsung berupa pencabutan izin penerbangan.

(Baca : Rapor Merah Maskapai Kena Sanksi)

Bila hasil evaluasi rapornya buruk, maskapai akan dilarang mengembangkan usaha. “Misalnya kami akan larang maskapai tersebut menambah pesawat atau rute baru. Kami minta mereka membenahi dulu pelayanannya,” ucapnya. Namun, kata Barata, sanksi paling kuat justru dari masyarakat sendiri. (Glh)

Foto : cse-aviation.biz

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker