DESTINATIONDomestikHighlightHot News

Demi Tingkatkan Pariwisata Lokal, Pangkalan TNI AU Akan Digunakan Maskapai Penerbangan Sipil

InfoPenerbangan.com, Jakarta – Pemerintah Indonesia kini tengah gencar-gencarnya mengembangkan sektor pariwisata sebagai sektor unggulan untuk meraih devisa bagi negara. Namun hal itu selalu terbentur dengan saran dan prasarana yang ada untuk bisa menjadikan daerah sebagai tujuan wisata yang menarik untuk mendatangkan wisatawan mancanegara. Oleh sebab itu, pemerintah berupaya terus meningkatkan kualitas prasarana dan sarana itu. Salah satunya dengan mencoba menggunakan pangkalan udara militer yang digunakan TNI AU untuk dijadi landasan pacu bagi pesawat-pesawat komersil. Hal itu diungkapkan Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya, Rabu (7/12).

“Akses adalah komponen dari 3A yang vital dalam pengembangan destinasi pariwisata, selain Atraksi dan Amenitas. Akses udara akan membuka potensi wisata di daerah tersebut, contohnya Bandara Silangit, Danau Toba, Sumatera Utara. Begitu dibuka, kawasan itu semakin hidup dan berkembang. Oleh sebab itu, maka pemerintah berencana untuk menggunakan beberapa landasan militer untuk digunakan sebagai bandara
komersial sebagai upaya untuk mempercepat peningkatan kunjungan wisatawan ke Indonesia,” ujar Arrief Yahya.

Adalah Bandara Gading di Gunung Kidul Yogyakarta, Bandara Wirasaba Purbalingga, dan Bandara Wiriadinata Tasikmalaya yang rencananya akan digunakan untuk sebagai landas pacu pesawat pesawat komersial yang nantinya akan lebih memudahkan akses ke lokasi wisata yang ada di sekitar areal bandara.

“Dengan pembukaan bandara militer tersebut jadi bandara komersial, kita berharap penerbangan komersil bisa terus tumbuh dan bisa meningkatkan daerah tersebut. Dan ini bisa jadi moment bagus buat kita untuk memajukan Indonesia. Tentunya kita harus terus berkoordinasi dengan pihak Kementerian Perhubungan dan juga Markas Besar TNI AU yang menguasai bandara-bandara militer tersebut,” tambahnya.

Pria asal Banyuwangi itu menyebut bahwa sudah ada perjanjian dan penandatangan MOU  antara pihak Kementerian Pariwisata sebagai regulator pariwisata dan juga Kementerian Perhubungan sebagai regulator yang engatur mekanisme transportasi dengan pihak TNI AU yang memiliki lahan dan pemerintah daerah untuk mengubah format bandara militer jadi bandara komersial.

“Sejauh ini sudah ada langkah konkrit yang di tuangkan dalam bentuk perjanjian kerjasama antara pihak Kemenpar, Kemenhub dan Pihak TNI AU yang memiliki lahan. Dan dengan ada nya MOU itu akan pula di bentuk organisasi (Unit Penyelenggara Bandara/UPBU), setelah memenuhi segala persyaratan keselamatan, keamanan, dan pelayanan seperti penerbitan Sertifikat Bandara (SBU), Airport Security Programme (ASP), Airport Emergency Plan (AEP), dan lain sebagainya,” tambahnya.

Sejauh ini masig-masing bandara yang rencana nya akan ialih fungsikan sebagai bandara komersil sudah dalam proses perbaikan diantara menambah landasan pacu,  pembuatan taxiway, appron, pengadaan rescue car, dan pengembangan fasilitas keamanan seperti pemasangan pagar di lingkungan bandara. Bandara Gading yang berada di daerah Gunung Kidul, Yoygakarta  kan punya dimensi runway 45 m x 1400 m, taxiway 18 m x 106 m, dan apron 70 m x 110 m. Bandara itu akan dikembangkan untuk penerbangan pribadi maupun pesawat komersial jenis ATR, atau baling-baling.

Seentara untuk Bandara Wiradinata masih memiliki  1.200 m x 30 m dan akan diperpanjang hingga 1.800 m. Sedangkan luas apron saat ini adalah 37 m x 37 m dan luas taxiway adalah 88 m x 25 m dan akan berupaya di tambah fasilitasnya agar bisa di darati pesawat komersial. (Cf/Rf)

Related Articles

1 thought on “Demi Tingkatkan Pariwisata Lokal, Pangkalan TNI AU Akan Digunakan Maskapai Penerbangan Sipil”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker