Etihad Airways/ Infopenerbangan

Infopenerbangan,- Polisi Australia berhasil menggagalkan plot teror bom yang berencana diledakkan di pesawat Etihad. Bom itu direncanakan diledakkan di penerbangan Etihad keluar dari Sydney pada 15 Juli 2017.

Komisioner Polisi Federal Australia Komisioner Keamanan Nasional Michael Phelan mengatakan dua orang pelaku berusaha menyelundupkan alat peledak improvisasi (IED) ke sebuah pesawat Etihad. Secara terpisah, pelaku juga berencana untuk meledakkan sebuah gas beracun hidrogen sulfida (H2S).

“Ini merupakan plot paling canggih yang pernah terdeteksi oleh Australia,” kata Phelan.

Ia menerangkan, sebelumnya kepolisian Australia telah menangkap empat orang sebagai bagian dari serangan teror di Sydney pada Sabtu malam waktu setempat. Upaya pengungkapan teror di pesawat Etihad Airways ini berhasil dilakukan berkat kerja keras penegak hukum, terutama badan intelijen Australia.

Polisi menambahkan, rencana tersebut diarahkan oleh pengendali senior ISIS. Ia mengatur agar komponen dikirim ke Australia melalui kargo udara internasional dari Turki.

Keempat tersangka yang diidentifikasi sebagai Khaled Khayat dan Mahmoud Khayat didakwa melakukan dua tindak pidana terorisme dan disidangkan di pengadilan Australia pada hari Jumat. Sedangkan satu pria dibebaskan pada pertengahan minggu, sementara pria lainnya masih ditahan.

Phelan mengatakan perencanaan teror ini dimulai pada bulan April ketika salah satu tersangka melakukan kontak dengan ISIS melalui saudaranya yang merupakan anggota senior kelompok teroris di Suriah. Pemimpin serangan teror tersebut berencana untuk menyelundupkan IED ke dalam koper adiknya.

Phelan mengkonfirmasi bahwa pemimpin teror tersebut mengirim adiknya untuk membawa bom tersebut menaiki pesawat, Namun, adiknya diduga sama sekali tidak menyadari adanya muatan berbahaya di dalam kopernya.

“Kami akan memproses orang yang membawa bahan peledak meski mereka tidak tahu bahwa mereka membawa sebuah bom,” kata Phelan.

Orang yang akan membawa tas berisi bom rakitan tersebut berhasil naik penerbangan dan tetap di luar negeri, tapi tas dengan perangkat bom tidak masuk ke pesawat.

“Ada sedikit dugaan mengapa rencana tidak berjalan pada tanggal 15. Kami pasti pastikan tas itu tidak bisa masuk pesawat,” katanya. (*/NP)

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here