Hot NewsNewsRagam

Garuda Indonesia Kehilangan Satu Pilot Terbaiknya

Infopenerbangan.com, -Kepergian Capt.Michael Bravie S Bernad pilot maskapai Garuda Indonesia meninggalkan duka bagi semua rekan kerjanya di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. , puluhan pilot mengiringi kepergianya menuju tempat peristirahatan terakhir.

Kepergianya sungguh tak diduga, almarhum diduga terkena sereangan jantung dan langsung meninggal pada hari Rabu (7/9/2016) dan dimakamkan hari ini di pemakaman Tanah Kusir, Jakarta.

Puluhan karangan bunga di rumah duka menunjukan bahwa almarhum merupakan orang yang memiliki kepribadian baik dan sosok yang sangat bersahabat bagi siapa saja.

Proses pemakaman diawali upacara penghormatan di rumah duka dan diahului upacara kebaktian tutup peti yang disaksikan semua keluarga dan rekan sesama pilot.

Keheningan dalam duka dan keikhlasan keluarga melepas suami, ayah dan sahabat sangat kental terasa dan terus terlantun doa dari bibir para kerabat yang hadir pada hari ini, Jumat (9/9/2016).

Capt. Greg. Sudjatmiko, VP Flight Operation PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Dalam sambutannya mewakili manajemen mengucapkan terimakasih atas dedikasinya almarhum selama ini di Garuda Indonesia.

“Segenap manajemen PT Garuda Indonesia ikut berduka cita atas kepergian Capt. Michael Bravie S Bernad semoga amal kebaikanya di terima Tuhan yang maha kuasa dan diampuni dosanya, untuk keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan. Kami merasa sangat kehilangan seorang anak bangsa yang penuh dedikasi,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Asosiasi Pilot Garuda (APG) Capt.Bintang Hardiono menyampakain sambutannya  berisikan ungkapan rasa duka. “Pada hari ini kita semua berkabungatas wafatnya rekan terbaik kita Capt. Michael B.S Bernad, Captain penerbang Boeing 737 800 NG.  Oleh karena itu, pada kesempatan ini, saya juga mengajak kepada seluruh rekan penerbang untuk mendoakan almarhum, semoga di tempatkan di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa, kepada keluarga yang ditinggalkan, kita mendoakan semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan penghiburan,” kata Capt.Bintang Hardiono.

Tak lama kemudian, setelah peti jenazah masuk kedalam mobil ambulans yang diangkat oleh rekan-rekan pilot, iring-iringan kendaraan bersamaan mengantarkan almarhum ke tempat peristirahatannya di Tanah Kusir, Jakarta. (eq)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker