DomestikHighlight

Garuda Indonesia Perluas Kemitraan Lindung Nilai Dengan Beberapa Bank

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (Garuda Indonesia) hari ini memperluas kemitraan lindung nilai (hedging) dengan empat bank, masing-masing PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII), PT Bank Mega Tbk (Bank Mega), ANZ Indonesia dan Standard Chartered Bank Indonesia. Pengukuhan kemitraan strategis ini dilakukan dengan penandatanganan perjanjian kemitraan secara simbolis antara Direktur Utama Garuda Indonesia M. Arif Wibowo dengan Presiden Direktur BII Taswin Zakaria, Direktur Utama PT Bank Mega Tbk Kostaman Thayib, President Director ANZ Indonesia Joseph Abraham, dan CEO Standard Chartered Bank Indonesia Shee Tse Koon, di kantor Garuda, Kebon Sirih, Jakarta.
Kemitraan lindung nilai diimplementasikan melalui mekanisme transaksi “cross currency swap” Tahap Dua oleh keempat bank dengan total nilai Rp 1 triliun. Keempat bank, sesuai porsi yang telah disepakati dalam perjanjian, akan membayarkan kewajiban Garuda Indonesia selaku penerbit obligasi dalam denominasi rupiah kepada para pemegang obligasi efektif per 5 April 2015 dan Garuda Indonesia akan membayar seluruh kewajiban kepada keempat bank dalam denominasi dolar AS pada 5 Juli 2018. Tujuan kemitraan lindung nilai adalah untuk memitigasi risiko yang dapat terjadi akibat fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan sebaliknya.

Direktur Utama Garuda Indonesia, M. Arif Wibowo menyampaikan apresiasi atas kerjasama transaksi Cross Currency Swap Tahap Dua dengan BII, Bank Mega, Bank ANZ Indonesia dan Standard Chartered Bank hari ini. “Transaksi Cross Currency Swap merupakan bagian dari strategi “Quick Wins” perusahaan untuk rebound di tahun 2015 di tengah tantangan yang dihadapi industri penerbangan dewasa ini sekaligus sebagai bentuk komitmen Garuda untuk menindaklanjuti himbauan pemerintah berkaitan Kebijakan Umum Transaksi Lindung Nilai BUMN”.

Melalui transaksi Cross Currency Swap, Perseroan dapat mengurangi risiko melonjaknya biaya operasional akibat pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap mata uang dollar AS. Hal ini mengingat biaya operasional penerbangan seperti pembelian avtur, maintenance pesawat, dan sewa pesawat dibayarkan dalam mata uang dollar AS.

“Efisiensi dari transaksi Cross Currency Swap Tahap Dua selama masa tenor 3 tahun 3 bulan diperkirakan mencapai sebesar USD 16,4 juta. Selain itu, dengan dipatoknya nilai tukar Rupiah terhadap USD, pembayaran Rupiah untuk biaya operasional dalam USD menjadi stabil dan kegiatan operasional perusahaan dapat lebih konsisten,” lanjutnya dalam keterangan tertulis yang di terima redaksi.

Dalam kapasitas BII selaku lead arranger, Presiden Direktur BII Taswin Zakaria mengatakan, “Kemitraan ini merupakan wujud nyata dukungan industri perbankan kepada korporasi, khususnya badan usaha milik negara dalam mengelola pinjaman khususnya dalam memitigasi risiko nilai tukar.”

Taswin menambahkan, “Bagi BII, kemitraan ini selaras dengan strategi BII untuk mendukung BUMN strategis, khususnya Garuda Indonesia sebagai BUMN terkemuka di bidang transportasi udara sejalan dengan misi BII, humanizing financial services, untuk senantiasa berada di tengah masyarakat, dengan memberikan layanan dan solusi terbaik kepada mitra bisnisnya.”

“Bagi Bank Mega, kerjasama yang kami lakukan dengan Garuda Indonesia merupakan awal bagi kami untuk menyasar market yang lebih luas lagi, yakni nasabah wholesale banking (korporasi), Badan Usaha di Bidang Keuangan Non Bank dan Bank itu sendiri. Hal ini tidak lain merupakan upaya Bank Mega dalam memperluas layanannya kepada masyarakat,” dijelaskan oleh Kostaman Thayib Direktur Utama Bank Mega di sela-sela penandatanganan.

Kerjasama ini sejalan dengan strategi bisnis Bank Mega yang bertujuan menjadikan Bank Mega sebagai penyedia jasa keuangan terlengkap dan terpercaya bagi nasabah. Di sisi lain, kerjasama ini menyediakan solusi alternatif bagi nasabah untuk melindungi asset dan liabilities terhadap fluktuasi suku bunga dan nilai tukar (hedging) serta memberikan fleksibilitas bagi nasabah untuk menukarkan kewajiban dari satu mata uang ke mata uang yang lain.
Joseph Abraham, Presiden Direktur PT Bank ANZ Indonesia mengatakan, “Kami bangga dapat berpartisipasi dalam pelaksanaan transaksi Lindung Nilai dengan Badan Usaha Milik Negara. Ini merupakan kehormatan untuk kami dapat bekerja sama dalam memenuhi keperluan Lindung Nilai PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk melalui transaksi Cross Currency Swap.”

Sementara itu, CEO Standard Chartered Bank Indonesia, Shee Tse Koon, mengatakan “Standard Chartered Bank bahagia dapat turut memberikan solusi lindung nilai atau hedging bagi perusahaan penerbangan kelas dunia seperti Garuda Indonesia, yang sekaligus menjadi pionir dari transaksi lindung nilai diantara BUMN lainnya. Dukungan atas solusi lindung nilai terutama bagi sektor perhubungan di Indonesia ini, merupakan bagian dari komitmen ‘Here for Good’ kami, sebagai bank untuk masyarakat dan korporasi, mendukung perdagangan, investasi serta kekayaan di Asia, Afrika, dan Timur Tengah.”

Kemitraan dengan empat bank merupakan perluasan kemitraan Garuda Indonesia di bidang lindung nilai setelah sebelumnya juga menjalin kemitraan dengan tiga bank di bidang yang sama pada Februari 2015. (Fjn)

Tags

Related Articles

1 thought on “Garuda Indonesia Perluas Kemitraan Lindung Nilai Dengan Beberapa Bank”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker