Domestik

Indonesia Airport and Aviation Business Forum

Indonesia Membutuhkan 7000 Tenaga Ahli IT, Penerapan Teknologi Tinggi dengan Sentuhan Manusia di Bandar udara, dan Kemitraan antara Pemerintah dan Swasta Berskala Besar. Hal ini terpapar pada rangkaian acara Indonesia Infrastructure Week yang diadakan di Jakarta Convention Center (4-6/11).

Dalam Indonesia Airport & Aviation Business Forum, yang menjadi tantangan bagi Indonesia adalah daya saing mengingat banyak pelayanan dan pengamanan transportasi udara yang masih harus ditingkatkan.

Arif Wibowo, President Director Garuda Indonesia menyampaikan strateginya yakni “High Technology and High Touch” yakni penyediaan layanan koneksi  Wi-fi, sistem e-boarding, dan electronic consumer tracking untuk memberi kemudahan kepada konsumen.

Sebagai studi kasus, kali ini mencoba berkaca pada bandar udara Incheon, Korea Selatan. Lim Chaeeun, Presiden Direktur Mitra Incheon Indonesia memaparkan bagaimana bandara utama Korea Selatan mampu melampaui harapan pelanggan dengan menyediakan sentuhan manusia melalui berbagai kegiatan budaya dan edukasi di lingkungan bandara sambil terus meningkatkan keamanan dan efisiensi dalam setiap layanannya.

Perkembangan dalam mencapai tujuan ini masih terus dijalankan. Sebagai contoh, PT Angkasa Pura II, tengah meningkatkan layanan dan infrastruktur dari kapasitas 22 juta menjasi 62 juta penumpang dalam beberapa tahun kedepan. Djoko Murjatmodjo, Direktur operasi dan Teknik PT Angkasa Pura II mengatakan, bahwa ia tengah meningkatkan kemampuan bandar udara hingga mampu menampung 86 pesawat setiap jamnya melalui penambahan runway 3./Yhn

 

 

 

 

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker