DomestikHighlight

Indonesia Kekurangan Mekanik Pesawat

Pesatnya pertumbuhan dunia penerbangan sejak beberapa tahun belakangan ini tidak diimbangi kesiapan sejumlah infrastruktur dan kesiapan sumber daya manusia (SDM), terutama di bidang mekanik yang dirasa sangat kurang.

Hal itu terungkap saat diskusi interaktif yang di gelar konsultan penerbangan yakni PT CSE Aviation. Direktur Utama GMF Aeroasia Richard Budiharto menuturkan bahwa tantangan yang saat ini ada dihadapan mata yakni ketersedian mekanik di Indonesia yang saat ini jumlahnya sangat terbatas, sebaliknya pertumbuhan maskapai melaju pesat setiap tahunnya.

“Selain tantangan, hal itu juga bisa dilihat sebagai peluang. Patut diketahui bahwa pada tahun 2014 lalu biaya perawatan pesawat yang dikeluarkan maskapai tercatat mencapai 900 juta dolar” ungkap Richard di Jakarta, Selasa (24/3).

Dari situ, hanya 35-40 persen yang terserap oleh bengkel-bengkel pesawat di Indonesia, karena masih sedikit bengkel yang memenuhi standar internasional, seperti dari Federal Aviation Administration (FAA).

Di Indonesia, untuk menghasilkan seorang mekanik yang sesuai standar dibutuhkan training atau kepelatihan selama 5 tahun.

Di tempat yang sama, pengamat penerbangan Chappy Hakim berkomentar, bahwa memang disayangkan pertumbuhan pesat duni penerbangan tidak diimbangi kesiapan SDM. “Tentu saja hal itu menjadi pekerjaaj rumah besat bagi otoritas penerbangan di tanah air, tidak mudah memang.”

(Eky)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker