DomestikHighlightHot News

Ini Alasan Bandara Kualanamu dan Sepinggan Mau Dijual ke Amerika

Infopenerbangan.com, -Pertemuan Menteri Perhubungan Budi karya Sumadi dengan Duta Besar Amerika Serikat (AS) Joseph R Donovan di kantor Kemenhub untuk membicarakan beberapa kerjasama bisnis. Pada kesempatan itu Menhub juga berencana menawarkan ke AS untuk bekerja sama dalam pengoperasian sejumlah bandara di Indonesia. Di antaranya Bandara Kualanamu di Medan, Sumatera Utara dan Bandara Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur. Salah satunya di bidang transportasi udara. Selasa (17/1).

Menhub menuturkan alasannya itu, yakni agar memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat dengan penataan yang baik

Rencananya kita melepas sekian persen saham, pasti minoritas, investor akan memasukkan uang ke dalam perusahaan dan uang tersebut akan menjadi investasi untuk mengembangkan Kuala Namu dan Sepinggan,” ungkapnya.

Menurut Menhub, pemilihan kedua bandara tersebut dilakukan setelah melakukan diskusi dengan Kementerian BUMN. Dari hasil diskusi menurut Menhub itu merupakan bandara yang terbaik setelah Bali dan Jakarta.

Menanggapi persoalan ini, Danu salah seorang warga di Medan mengaku kaget jika sampai bandara itu dijual ke pihak asing, karena sama saja menjatuhkan harga diri bangsa. “Saya kurang setuju kalau itu terjadi, meski memiliki tujuan untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat, karena sama saja menjatuhkan harga diri bangsa, seakan-akan kita tidak bisa mengurus bandara kita sendiri,” terangnya. (*/Rf)

Related Articles

9 thoughts on “Ini Alasan Bandara Kualanamu dan Sepinggan Mau Dijual ke Amerika”

  1. apa alasanya menhub bilang pelayanannya di bandara sepinggan ga baik ???

    apa alasannya menhub bilang bandara sepinggan ga berkembang ????

    menhub goblok, atau ga pernah singgah di bandara sepinggan.
    benar benar rezim kekacauan, INDOSAT saja melayang ga kembali. eh bandara malah mau di jual

  2. Kalau mau sharing bisnis dengan pihak luar, sebaiknya bandara yg kurang baik, agar bisa ditingkatkan menjadi lebih baik lagi, bukan yg sudah baik yg ditawarkan….artinya pihak investor luar hanya tinggal memanen keuntungan dari kerja sama tsb, kenapa kok cara pikir pejabat yg kompeten kurang rasional ? seakan2 kita terlalu meng istimewakan investor dari luar?

  3. Jangan sampai hanya demi pundi2 saham asing,harga diri bandara dan bangsa kita jatuh dimata international.Saya masih tetap yakin Angkasa Pura mampu mengelola bandara2 didalam negeri tanpa campur tangan asing.

  4. JADI CERITANYA GAK MAMPU KELOLA MILIK SENDIRI….. BERHENTI DARI DEPHUB TIDUR AJA DI RUMAH……INI USULAN SIAPA …. MENHUB GOBLOK…. SEKALIAN JUAL BINI AJA…. BIAR DIKELOLA ORANG LAIN…..

  5. Gilak. Goblok.. Hnyak memntingkn spihak. Gk masuk akal alsannya. Emgnya indonesia gk mmpu apa memberikan playanan yg baik???

  6. Jabatan, gelar pendidikn tidak seimbang dengan ilmu yg di miliki… Jadi nya y semua mau di infestasikn. Bahkan negara kita tercinta pun dia sanggup menjual nya..
    Rakyat harus WASPADA dengan pejabat sekarang karna sudah dekat dengan penjahat..

    1. Gawat memang pjabat di negeri ini sepertinya dihipnotis oleh mereka maunya kita ini dijajah terus padahal kita sudah dijajah oleh asing ratusan tahun ! oleh belanda 350 tahun oleh jepang 3.5 tahun kemaren kemaren hampir saja dijajah/didatangi (cina) lagi dan akhirnya dihentikan… baru baru ini.
      apa gunanya kita mau disvestasi di freeport yang mana peluang menghentikan kontraknya sangat bisa, karena habis kontraknya di tahun 2021
      disvestasi itu berarti sepertinya kita punya banyak modal padahal kan jual sana jual sini, (seperti bandara Kualanamu ini dan lainnya) hutang sana (luar negeri) hutangang sini (pada rakyat) . Harusnya di Freeprti itu yg sekarang dikuasai Amerika biarlah sampai 2021 saja! tidak usah diperpanjang tunggu saja sahamnya turun di tahun itu setelah itu baru dibeli sahamnya.
      harga saham sekarang karena kandungan mineral yang milik kita masih banyak melekat pada perusahaan itu..
      tapi kalau dibeli di tahun berhentinya kontrak yang dijual alat alatnya saja jadi dapat dibeli seratus persen..
      kesimpulannya dari pada disvestasi free prt itu lebih baik menambah modal bandara bandara yang kekurangan modal itu yang katanya mau dijual itu. semoga kepada pejabat yg terkait dapat mengerti akan masukan ini karena inipun saya sampaikan baik baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker