Highlight

Izin Penerbangan Berjadwal Aviastar Dicabut Menhub

Sudah jatuh tertimpa tangga, ini mungkin kalimat yang pas untuk menggambarkan kondisi maskapai Aviastar. AKibat dari hilangnya pesawat Aviastar jenis twin otter dalam perjalanan Masamba-Makassar, Kementerian Perhubungan mencabut ijin penerbangan berjadwal Aviastar, kini Aviastar hanya memiliki izin penerbangan tidak berjadwal.

“Mereka punya dua izin, penerbangan berjadwal dan tidak berjadwal.
Dengan nanti ini kecelakaan jadi kurang satu. Sudah diterapkan penerbangan berjadwalnya dicabut, jadi tidak berjadwal semua,” kata Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Minggu (4/10/2015).

Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan mensyaratkan maskapai penerbangan berjadwal harus memiliki minimal lima pesawat dan menguasai lima pesawat (sewa). Dengan hilangnya 1 pesawat, maka Aviastar tinggal memiliki 9 pesawat sehingga tidak memenuhi syarat.

“Iya (tinggal penerbangan tidak berjadwal). Tidak cukup (untuk penerbangan berjadwal) karena kalau yang berjadwalnya syaratnya harus sepuluh. Kalau hilang 1, jadi 9,” jelas Jonan.

Implementasi pencabutan izin penerbangan berjadwal ini akan diumumkan pada Senin (5/10). Selain itu, Aviastar juga bisa kena sanksi bila pesawat MV 7503 yang hilang itu terbukti memotong rute.

Menanggapi hal ini, Direktur Utama PT Aviastar Mandiri Muhammad Sundoro membantah izin penerbangan Aviastar dicabut Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. Namun dia mengakui adanya larangan pesawat jenis Twin Otter ‎miliknya untuk tidak terbang sementara.

“Sampai kemarin saya di Ditjen Perhubungan Udara belum ada (izin) kita dicabut. Cuma pelarangan ‎Twin Otter itu tidak boleh terbang sementara mungkin, ya,” ujar Sundoro di Kantor Aviastar, Kalimalang, Jakarta Timur, Minggu (4/10/2015). (*/Fjn)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker