Highlight

Kemhub Dukung Usulan Subsidi Perintis di Kaltara

Memiliki wilayah yang luas dan terbagi-bagi, menjadikan daerah Kalimantan membutuhkan sarana transportasi yang memadai dan efisien, salah satunya yakni dengan moda transportasi udara.

Namun mahalnya biaya jasa transportasi tersebut membuat masyarakat sedikit terhambat dalam beraktifitas terutama dalam menyumbang pembangunan dan pengembangan ekonomi daerah.

Pejabat Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie mengatakan usulan mengenai subsidi angkutan udara bagi penerbangan perintis di wilayah perbatasan Kalimantan Utara (Kaltara) telah disetujui Kementerian Perhubungan (Kemhub) RI.

“Kemhub akhirnya menyepakati usulan Pemprov Kaltara terkait alokasi dana subsidi ongkos angkut bagi penerbangan perintis ke daerah-daerah yang sulit terjangkau di wilayah Kaltara,” katanya melalui siaran tertulis Humas Provinsi Kaltara.

Dengan subsidi ongkos angkut yang harus dilakukan lelang tiap tahun, katanya, memberikan dampak yang merugikan masyarakat yang bermukim di perbatasan.

“Seperti tahun ini, ketika kontrak telah berakhir tanggal 27 Desember lalu maka diperlukan waktu paling cepat dua bulan untuk melakukan proses lelang subsidi ongkos angkut tersebut,” katanya.

Akibatnya, selama menunggu kontrak baru, masyarakat kesulitan mendapat layanan transportasi udara.

“Dampak yang paling dirugikan adalah masyarakat di daerah-daerah yang sulit terjangkau moda transportasi, seperti Long Ampung dan Krayan,” imbuhnya

Subsidi ongkos angkut, memang meringankan warga yang ada di daerah-daerah terisolasi untuk melakukan aktivitasnya. Untuk rute Nunukan ke Krayan, jika mengacu harga normal regular tanpa subsidi sekitar Rp1,2 juta, dengan adanya subsidi maka harga tiket relatif terjangkau menjadi sekitar Rp 270.000.

“Kemhub berkomitmen mendukung pembangunan infrastruktur transportasi sampai selesai agar dapat segera dioperasikan, selain itu dalam rangka mendukung pembangunan konektivitas infrastruktur transportasi di Kalimantan, Kemhub juga mengupayakan peningkatan alokasi pendanaan, baik melalui APBN maupun pendanaan dari BUMN atau swasta,” terang Irianto.

(*/Eky)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker