Hot NewsInternasionalNews

Maskapai Inggris Minta Bandar Udara Kurangi Penjualan Minuman Beralkohol

Infopenerbangan,- Maskapai asal Inggris, Ryanair meminta bandara untuk membatasi penjualan alkohol di bandara Inggris setelah mengklaim bahwa maskapai penerbangan dibebani dengan konsekuensi penumpang mabuk sebelum penerbangan.

Maskapai penerbangan jarak pendek terbesar di Eropa tersebut mengusulkan larangan penjualan alkohol di bar dan restoran di pagi hari, dan membatasi jumlah minuman yang dijual pada setiap boarding pass.

Otoritas Penerbangan Sipil menunjukkan peningkatan insiden gangguan penumpang sebesar 600 persen antara 2012-2016 yang paling banyak adalah akibat konsumsi alkohol berkelebihan.

Ryanair mendesak bandara untuk melangkah lebih jauh, maskapai ini meminta larangan penjualan minuman berkadar alkohol sebelum pukul 10.00 pagi dan untuk membatasi jumlah minuman di bar dan restoran sampai maksimum dua 2 gelas.

Ryanair menuding bandara mendapatkan keuntungan dengan membiarkan minuman beralkohol dijual tanpa batas di terminal. Direktur pemasaran Ryanair, Kenny Jacobs, mengatakan, “Ini benar-benar tidak adil bahwa bandara bisa mendapat keuntungan dari penjualan minuman berkadar alkohol yang tidak terbatas ke penumpang dan membiarkan perusahaan penerbangan yang menangani konsekuensi keamanan.

“Ini merupakan masalah yang harus segera diselesaikan pihak bandara dan kami meminta perubahan signifikan untuk melarang penjualan alkohol di bandara, terutama pada penerbangan pagi dan saat penerbangan mengalami delay,” katanya.

Dilansir dari The Guardian (14/8/17), Maskapai itu mengatakan, telah mengambil langkah-langkah untuk mencegah perilaku yang mengganggu penerbangannya, termasuk mencegah konsumsi minuman alkohol di dalam pesawat.

“Kami sangat ketat mengenai pengangkutan pelanggan yang mengganggu atau terlihat berada di bawah pengaruh alkohol. Mengingat bahwa semua penerbangan kami berjarak pendek, sangat sedikit alkohol yang benar-benar dijual di pesawat. Jadi ada kewajiban bandara untuk memperkenalkan tindakan pencegahan ini agar dapat mengurangi jumlah alkohol yang berlebihan dan segala masalah yang dapat ditimbulkannya daripada membiarkan penumpang minum lebih banyak sebelum mereka melakukan penerbangan,” tambahnya.

Menurut survei statistik yang diperoleh oleh Panorama BBC1, penangkapan perilaku mabuk pada penerbangan maupun di bandara Inggris naik sebesar 50% dalam satu tahun terakhir. Dilaporkan ada 387 penangkapan yang terjadi pada tahun ini sampai Februari 2017, dibandingkan dengan 12 bulan sebelumnya yang berjumlah 255 kasus.(*/NP)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker