DomestikHighlight

Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Dorong Pertumbuhan Bandar Udara Berkualitas

Bandar udara di Indonesia kini telah berubah menjadi salah satu yang paling sibuk di dunia. Tahun ini, Indonesia telah masuk dalam lima besar negara berpenumpang terbanyak, seiring dengan bertambahnya jumlah kaum kelas menengah yang bepergian secara domestik dan meningkatnya pengiriman barang dari berbagai titik di dalam negeri. Meskipun angka pertumbuhan yang cukup besar ini, sebagian besar bandara Indonesia masih beroperasi diluar kapasitas mereka, karena minimnya pertumbuhan infrastruktur. Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkoordinasi dan berkolaborasi demi membangun bandara yang berkualitas dan menjawab permintaan yang sangat besar oleh dunia aviasi di Indonesia.

“Kami percaya bahwa memperkuat daya saing dari industri penerbangan nasional tidak hanya menjadi tanggung jawab dari pemerintah, tetapi juga institusi dan organisasi lain yang memiliki kepentingan terhadap perkembangan industri penerbangan,” kata Ketua Umum MTI, Prof. Danang Parikesit dalam konferensi pers kick-off Indonesia Infrastructure Week (IIW) 2015 Rabu (19/8). MTI akan mengadakan dialog dan pameran di Jakarta pada 4-6 November mendatang, dimana para pemangku kepentingan dapat duduk bersama dan membicarakan bagaimana mengatasi tantangan dari pembangunan infrastruktur bandara dan dunia aviasi. “Airport & Aviation Indonesia (AAI) 2015 ini adalah sebuah platform nasional yang menyajikan berbagai pengetahuan teknologi terbaru dalam membangun bandara yang lebih baik yang ditunjang dengan pelayanan yang tidak kalah bagus,” tambahnya.

Saat ini Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari  17.500 pulau dan terbagi dalam tiga zona waktu yang berbeda, telah mendapat pengakuan dari IATA sebagai satu dari lima pasar penerbangan yang memiliki pertumbuhan penumpang tercepat di dunia. Dengan demikian, tantangan yang ada terlihat semakin nyata, terutama seiring dengan adanya kebijakan

ASEAN Open Skies, permasalahan keamanan global, dan kebutuhan sumber daya manusia dan infrastruktur yang berkualitas di bandara di Indonesia. “Kita perlu meyakinkan pemerintah untuk menaruh hal ini sebagai agenda prioritas utama,” kata Danang. “Selain itu, untuk menciptakan industri aviasi yang semakin kompetitif, kita juga memerlukan peraturan untuk meningkatkan sumber daya manusia melalui sertifikasi professional pilot dan instruktur pilot, supervisor dan teknisi yang nantinya akan cepat tanggap apabila dihadapkan dengan teknologi terbaru,” imbuhnya. (*)

(Foto : Indonesia Infrastructure Week 2015)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker