HighlightHot NewsNewsRagam

Menpar Ajak AP II Untuk Pro Aktif Pencapaian Target Wiswan

Infopenerbangan.com, -Menteri Pariwisata Arief Yahya tak ragu untuk mengunjungi PT Angkasa Pura II (AP II) dalam rangka kordinasi untuk pencapaian target wisatawan mananegara. Dalam kunjungannya itu, Arief diterima oleh Djoko Murjatmodjo, Plt CEO Angkasa Pura II.

Menpar Arief Yahya berdialog dengan jajaran direksi yang hadir di pertemuan itu. Antara lain, Andra Y Agussalam, Director of Finance, Faik Fahmi, Director of Commercial & Business Development, Ituk Herarindri, Director of Airport Services & Facility, dan Daan Achmad, Director of Human Capital, General Affairs & IT. “Intinya, kami ini harus memenuhi target Presiden Joko Widodo untuk mendatangkan 20 juta wisman, dan 75% wisman itu terbang,” kata Arief Yahya.

Bagaimana bisa tercapai, kalau fasilitas penerbangan tidak cukup? International flight tidak memenuhi kapasitas? Airline tidak tertarik untuk terbang ke 13 bandara yang dikelola AP II? Karena regulasi yang menghambat? “Saya sudah keliling airlines, berdiskusi dengan industri penerbangan. Harus ada semangat Indonesia Incorporated, harus bersama-sama untuk memajukan republik ini, sesuai dengan porsinya,” ujar Menpar seperti dilansir indopos.

Dalam hal ini, Djoko sangat appreciate dengan pariwisata saat ini, karena langsung berdampak pada industri penerbangan, yang menjadi customers mereka, yang menangani airport. Pariwisata betul-betul men-drive orang untuk terbang menggunakan fasilitas bandara dan airlines.

Dalam kesempatan itu Arief mengutarakan beberapa ide, agar segera diimplementasikan di AP II, minimal di 13 airport yang berada di bawah pengelolaannya. Kalau soal pembangunan fisik, pasti lama dan sulit, karena itu diawali dulu dengan hal-hal non fisik. Pertama, Working Hours atau jam operasional, harus bisa melayani 24 jam, sehingga bisa mengatasi problem jumlah flight. “Dulu dalam Ratas dengan Presiden, sudah pernah diputuskan untuk menaikkan jam operasi dari 12 jam menjadi 18 jam, agar bandara seperti Adi Sucipto Jogjakarta itu bisa menampung lebih banyak penerbangan,” ungkap dia. Dia mencontohkan Bali, Jaarta dan Manado sudah mulai bisa didarati pesawat yang terbang malam.

Kedua, implementasikan dengan IT (teknologi informasi) di semua pelayanan kepada publik. Manfaatkan digital, pasti tidak akan ada kebocoran di sana sini. “Dulu PT KAI di era Pak Jonan, juga menggunakan digital dan IT, dan hasilnya langsung double. Memudahkan semua pihak. Saya jamin, jika semua lini menggunakan IT, pengelolaan bandara ini juga akan double value,” jelasnya.

Ketiga, perbaiki semua regulasi yang menghambat. Apa saja, regulasi yang membuat jumlah penerbangan terhambat, segera dibedah, direvisi, diperbaiki. Tentu, dengan tetap memperhitungkan standart safety buat customers. “AP II ini jauh lebih beruntung dari industri transportasinya, airlines. Mereka itu lebih sulit mengejar revenue, karena harus menghitung dengan benar. AP ini bisa kombinasi antara service dan property, dan Anda semua tahu, bisnis property jauh lebih menghasilkan daripada Jasa penerbangan.” ungkap Arief Yahya.

Lebih jauh, soal regulasi, Arief Yahya mengingatkan agar jangan membuat peraturan yang justru kontraproduktif dengan airlines. Mereka adalah industri yang seharusnya menjadi customers Angkasa Pura. Harus menciptakan atmosfer yang bisa membuat mereka berkembang. Mereka justru yang harus dilayani, bukan sebaliknya. “Saya akan bantu, agar semua pihak bisa cepat maju dan berkembang,” kata Menpar Arief Yahya. (*/eq)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker