DomestikHighlightHot NewsNews

MENTERI BUMN TINJAU PESAWAT N219 SEBAGAI SOLUSI DISTRIBUSI LOGISTIK NASIONAL

infopenerbangan.com – Bandung, 01 Oktober 2017 – Humas PTDI

Pada hari ini Minggu tanggal 01 Oktober 2017, Menteri BUMN, Rini M. Soemarno didampingi Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN, Gatot Trihargo berkunjung ke PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI) setelah sebelumnya membuka acara Rail Run PT KAI. Kunjungan Menteri BUMN disambut oleh Direktur Utama PTDI, Elfien Goentoro beserta jajaran Direksi dan Manajemen PTDI di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Pusat Manajemen (GPM) lantai 9 PTDI, Jl. Pajajaran No. 154 Bandung.

Kunjungan Menteri BUMN ke PTDI selain melihat perkembangan PTDI saat ini juga untuk meninjau pesawat N219 yang akan menjadi solusi distribusi logistik nasional untuk mendukung program tol logistik nasional sebagaimana dituangkan dalam Perpres No. 70 Tahun 2017 dan pemanfaatan potensi pariwisata nasional.

Sistem distribusi logistik yang terintegrasi, efektif dan efisien akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam rencana penyelengaraan angkutan perintis barang Kementerian Perhubungan, ada beberapa skema yang dapat membantu pendistribusian logistik di Papua dan Papua Barat.

Salah satunya dengan menggunakan Jalur Tol Laut, logistik yang diangkut, seperti sembako, BBM (Bahan Bakar Minyak), dan semen dari Pulau Jawa menuju Timika, Papua, dapat menggunakan Kapal Ferry yang dioperasikan oleh PT Pelni (Persero) atau BUMN lain penyelenggara angkutan logistik.

Program tol laut selama ini dinilai masih belum mampu menjangkau distribusi barang hingga ke daerah pegunungan Papua. Disparitas harga masih terjadi di kawasan yang hanya bisa diakses dengan transportasi udara mengingat masih banyaknya Kota dan Kabupaten di Papua dan Papua Barat yang hanya bisa dijangkau dengan transportasi udara karena keterbatasan akses jalur darat dengan kondisi bandara yang terletak pada elevasi yang cukup tinggi dengan panjang landasan ± 600 m.

Pesawat terbang N219 yang secara khusus dirancang untuk daerah pegunungan Papua diharapkan dapat mendukung program Jembatan Udara sesuai dengan Peraturan Presiden no. 70 Tahun 2017 tentang “Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik Untuk Angkutan Barang Dari Dan Ke Daerah Tertinggal, Terpencil, Terluar, Dan Perbatasan” dan menjadi solusi untuk membuka aksesibilitas dan konektivitas wilayah terpencil dan tertinggal di pegunungan Papua.

Pesawat N219 dapat menjangkau daerah dengan kondisi georafis berbukit-bukit dengan landasan pendek dan tidak dipersiapkan. Pesawat terbang N219 dapat menjadi solusi untuk membuka aksesibilitas dan konektivitas wilayah terdepan, tertinggal dan terluar di pegunungan Papua dan Papua Barat, sehingga program satu harga Pemerintah dapat terwujud.

“Pesawat N219 akan menggerakan aktivitas masyarakat di wilayah Papua, aktivitas perekonomian dan mobilisasi warga diharapkan dapat berjalan dengan lancar”, kata Elfien Goentoro, Direktur Utama PTDI.

Pesawat N219 dengan beban maksimum yang dapat diangkut sebesar 2.313kg dapat melakukan pendistribusian logistik menuju bandara-bandara yang konstruksi landasan masih berupa tanah padat bahkan berumput dan berbatu dengan panjang landasan kurang dari 500 meter yang berada di wilayah berbukit-bukit.

Pesawat N219 dapat lepas landas dan mendarat di landasan bandara yang pendek dan belum beraspal, seperti Bandara Merdey, Papua Barat dengan konstruksi landasan masih berupa tanah padat dan memiliki panjang landasan 600 x 23 meter yang berada di ketinggian 300 MDPL.

Dalam arahannya, Menteri BUMN menekankan bahwa PTDI harus dapat menyelesaikan proses sertifikasi N219 pada September 2018 dan selanjutnya mengkomersialisasikan pesawat baru tersebut. “Dalam hal ini banyak potensi sinergi antar BUMN yang dapat dilakukan dengan mewujudkan tol udara yang terpadu. Saya minta agar Pelita Air menjadi first customer N219 ini sebagai bukti dari sinergi antar BUMN”, kata Rini M. Soemarno, Menteri BUMN.

Selain dalam pesawat bersayap tetap, Menteri BUMN juga meminta agar  dilakukannya sinergi dalam helikopter buatan PTDI dengan BUMN seperti PLN. Namun tantangan jangka pendek yang harus diselesaikan oleh Direksi PTDI adalah membukukan laba pada akhir tahun 2017.

 

“Saya bangga dengan PTDI dan program N219-nya, namun komersialisasi N219 harus dilakukan dengan memanfaatkan pasar domestik, khususnya melalui sinergi BUMN. PTDI harus mampu mencetak laba agar dapat sustain dan terus eksis hingga ratusan tahun ke depan. PTDI harus fokus terhadap produk buatannya sendiri, untuk produk yang technology sudah advanced, lebih baik kerjasama dengan perusahaan yang sudah kuat dalam segmen pasar tersebut, karena pengembangannya perlu biaya yang besar”, tambah Rini M. Soemarno, Menteri BUMN.

Pesawat N219 Menjangkau Potensi Pariwisata Nasional

Berdasarkan Keputusan Menteri Pariwisata Republik Indonesia Nomor KM. 38/UM.001/MP/2017 tentang Logo Branding 10 Destinasi Pariwisata Indonesia  terdapat 10 prioritas kunjungan wisatawan, antara lain :

  1. Danau Toba, Medan, Sumatera Utara.
  2. Pantai Tanjung Kelayang, Kepulauan Bangka Belitung.
  3. Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.
  4. Pantai Tanjung Lesung, Banten.
  5. Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.
  6. Taman Nasional Bromo, Tengger, Semeru, Pasuruan, Jawa Timur.
  7. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.
  8. Labuan Bajo, Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
  9. Taman Nasional Wakatobi, Sulawesi Tenggara.
  10. Pulau Morotai, Halmahera, Kepulauan Maluku.

 

Penambahan armada angkutan udara perlu diperhatikan untuk memenuhi kebutuhan mobilisasi wisatawan ke berbagai destinasi wisata di Indonesia. Pesawat N219 hadir sebagai alat transportasi nasional karya anak bangsa, yang dapat mengangkut wisatawan dari kota besar menuju tempat wisata.

Pesawat N219 juga nantinya akan dikembangkan menjadi pesawat amphibi yang dapat lepas landas dan mendarat dari darat maupun dari permukaan air. “Pesawat N219 nantinya akan dikembangkan menjadi varian amphibi, akan mengurangi biaya infrastruktur untuk pembuatan bandara”, tambah Elfien Goentoro, Direktur Utama PTDI.

BACA JUGA :

 

Pesawat N219 versi amphibi akan dapat lepas landas di bandara yang minim infrastruktur, sehingga diharapkan dengan inovasi transportasi udara tersebut, kedepannya semua tujuan destinasi pariwisata dapat dicapai dengan menggunakan pesawat N219 amphibi.

Tentang PT Dirgantara Indonesia (Persero)

PTDI merupakan badan usaha milik negara yang didirikan pada tahun 1976, terletak di Bandung, Indonesia. Produk utama yang dihasilkan adalah pesawat terbang, komponen struktur pesawat terbang, jasa perawatan pesawat terbang dan jasa rekayasa. PTDI telah menyerahkan lebih dari 400 pesawat terbang kepada 49 operator sipil dan militer, di dalam dan luar negeri. PTDI memproduksi berbagai jenis pesawat terbang CN235 dengan type certificate untuk penumpang sipil, kargo, pembuat hujan, transportasi militer, patroli maritim, survei dan pengawas pantai.

Selain itu, PTDI juga menghasilkan berbagai pesawat terbang dengan skema produksi bersama dengan para mitra kerja strategis internasional a.l dengan Airbus Defence & Space untuk berbagai varian NC212 dan C295; dengan Airbus Helicopters untuk berbagai varian helicopter AS332, H225/H225M, AS550/555/565 dan AS350/365; dengan Bell Helicopter Textron untuk berbagai varian Bell 412.

PTDI membuat dan memproduksi bagian-bagian, komponen-komponen, tools dan fixtures untuk pesawat terbang Airbus A320/321/330/340/350/380. PTDI melayani jasa pemeliharaan, overhaul, perbaikan, alteration, customization dan dukungan pelanggan lainnya untuk setiap produk dirgantara yang dihasilkannya, juga produk non PTDI seperti A320, Fokker100 dan Fokker27. PTDI juga sudah dikenal dengan

kemampuannya dalam bidang rekayasa kedirgantaraan Antara lain melayani jasa rekayasa dan analisa serta flight simulators.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi :

Irland Budiman

Manager Hukum dan Humas

PT Dirgantara Indonesia (Persero)

Mobile Phone   : 0811 2038 230

Office Number  : +62 22 6054191

Email : irland@indonesian-aerospace.com

 

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker