DomestikHighlightHot News

Pentingnya Kordinasi IASM dengan Lembaga Lainnya

Infopenerbangan.com, – Bisnis penerbangan di Indonesia saat ini sedang mengalami perkembangan yang cukup pesat. Peningkatan kebutuhan masyarakat akan jasa angkutan udara memicu pertumbuhan komponen-komponen pendukung dalam jasa angkutan udara seperti jumlah operator penerbangan, belum lagi jumlah bandara yang ada di Indonesia sangat cukup banyak dengan berbagai tingkatan level yang berbeda.

Salah satu komponen terpenting dalam ijin penerbangan ialah slot penerbangan, di Indonesia pengaturan slot tersebut diatur oleh Indonesia Airport Slot Management (IASM) yang merupakan gabungan dari tiga lembanga, yakni Angkasa Pura I, Angkasa Pura II dan Airnav. Dibutuhkan kordinasi yang baik antar lembaga tersebut maupun lainnya sehingga dapat bersinergi untuk membangun dunia penerbangan yang baik dari segi operasional maupun komersil.

Sekjen INACA Tengku Burhanudin mengungkapkan saat ini di IASM muncul masalah dengan adanya 27 bandara tambahan lainnya, dimana diantaranya ada bandara yang enclav sipil. Ini perlunya kordinasi yang lebih baik lagi, antara IASM, Arinav, Angkasa Pura, UPBU dan militer yang terkadang tidak selaras. Ia memberi contoh, misalnya ada maskapai yang sudah mendapatkan slot dari IASM, lalu militer tidak diajak berbicara, sehingga tidak diberikan slot. “Sangat diperlukan kordinasi yang baik, jangan terkotak-kotakan, jadi diperlukan bicara yang sama-sama. Selain itu dalam pengelola slot IASM  sebaiknya juga berorientasi kepada bisnis juga, jangan regulasi-regulasi aja,” bebernya.

Lebih lanjut, Tengku menjelaskan kami menyarankan IASM mau berkordinasi dengan Airnav, Bandara , Mileter dan Airline jangan merasa system semua segala-galanya. Dilain pihak, ia menyebutkan, slot ini harus kita pikirkan untuk kepentingan charter, jadi setiap jam itu dialokasikan untuk charter (VVIP, medikal avakuasi dan lainnya) yang tidak bisa menunggu slot-slot berikutnya.

“Untuk delay yang tidak membutuhkan waktu panjang, sebaiknya itu jangan langsung di tekan 2-3 jam kemudian, karena akan merugikan maskapai dan penumpang juga,” imbuhnya.

Terkait itu, Ketua IASM, Anggresia F. Tampubolon menjelaskan bahwa dengan berdirinya IASM yang tergolong masih baru, pihaknya mengaku masih banyak kendala yang terjadi, namun diyakini akan berkurang dengan sendirinya. “Untuk saat ini semuanya sudah mengarah ke arah yang lebih baik,” terangnya saat ditemui di diskusi interaktif yang diselenggarakan oleh majalah Aviasi di hotel Novotel.

Ia menuturkan, bahwa pihaknya dalam setahun melakukan kordinasi sebanyak 6 kali dengan dua kali slot conference international, dua kali slot conference domestik dan dua kali slot monitoring, diluar itu ada kordinasi harian. “Selain itu jika dilapangan terjadi kendala, sebelum kami memutuskan kami langsung melakukan kordinasi melalui telepon, email, grup wasap dan lainnya untuk mencapai solusi yang terbaik, tapi yang pasti semua sudah kami lakukan,” imbuhnya, Senin (30/1).

infopenerbangan.com
infopenerbangan.com

Kepala Sub Divisi Pengendalian Pelayanan Navigasi Penerbangan Rosedi menuturkan, soal slot itu berbicara tentang kapasitas yang ada dibanda udara itu, dan itu berkaitan dengan safety. Jadi permasalahan sekarang, dimana sepertinya kapasitas di bandara itu lebih kecil dari demand-nya. Ia melanjutkan, disatu sisi pertemuan antara bisnis airline dengan aturan slot manajemen ini tidak match. “Nah kami dari Airnav telah membuat apliasi Cronus untuk memanage (mengatur) slot-slot i-regularity (ketidakteraturan)  untuk mempermudahkan kordinasi antar lembaga diatas tadi, sehingga ketika bicara delay, kita akan lebih mudah untuk mengatasinya,” ungkapnya.

Sementara itu, ketua Ikatan Pilot Indonesia (IPI) Capt.Bambang Adisurya Angkasa mengatakan bahwa ini momentum bagus bahwa slot time itu menjadi penting untuk bisnis, untuk ketepatan waktu, untuk kepastian pengguna jasa. “Untuk organisasi IASM perlu ditingkatkan sosialisasinya, keorganisasian IASM sendiri juga perlu dibenahai,  dan branch marking kepada beberapa negara itu diperlukan supaya interaksi dengan beberapa negara luar semakin bagus, dan beberapa referensinya juga harus betul-betu  diikuti, misalnya dari IATA,” ungkapnya. (*/eq)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker