Hot NewsInternasionalNews

Penumpang Sakit, Maskapai China Mendarat Darurat di Bandara Alaska

Infopenerbangan,- Maskapai China Eastern Airlines rute penerbangan dari Shanghai, China, menuju New York, Amerika Serikat (AS) terpaksa harus mendarat darurat di bandara Alaska. Pasalnya, seorang penumpang wanita berumur 60 tahun tiba-tiba mengeluh sakit di bagian dadanya dan tidak sadarkan diri.

Dilansir dari South China Morning Post, Selasa (27/3/2018), perempuan paruh baya itu diketahui pergi bersama seorang putrinya. Ia sempat dipindahkan dari kelas ekonomi ke bisnis setelah kru penerbangan memberikan pertolongan pertama.

Pilot  kemudian memutuskan untuk mendaratkan pesawat dalam keadaan darurat di bandara terdekat. Ia membuang bahan bakar seberat 30 ton agar pesawat dapat mendarat di Bandara Internasional Ted Stevens Anchorage, Alaska.

Sesaat setelah pesawat mendarat, perempuan itu langsung dibawa dengan ambulans ke rumah sakit terdekat guna mendapat perawatan. Dalam beberapa jam, perempuan itu sudah pulih dan mampu melanjutkan perjalanan ke New York bersama putrinya pada Sabtu 24 Maret pagi waktu setempat.

Setelah mengisi bahan bakar, pesawat lepas landas dari Anchorage sekira pukul 21.20 waktu setempat. Penerbangan MU587 akhirnya mendarat dengan selamat di New York meski terlambat enam jam dari jadwal seharusnya.

Namun, beberapa pengguna media sosial mengkritik maskapai ini karena menumpahkan bahan bakar di udara.

Salah satu komentator di WeChat bereaksi terhadap pernyataan oleh perusahaan dengan mengatakan “membuang bahan bakar mencemari lingkungan”.

Maskapai ini menanggapi komentar tersebut dengan mengatakan bahwa: “Bahan bakar yang dibuang di udara dikeluarkan dalam bentuk gas dan oleh karena itu perusakan terhadap lingkungan relatif kecil. Menyelamatkan kehidupan seseorang adalah prioritas. “

Menurut perusahaan, pesawat dirancang untuk secara signifikan lebih ringan ketika mendarat daripada saat lepas landas dan pembuangan bahan bakar dilakukan sesuai dengan standar keselamatan penerbangan internasional.

Penerbangan tersebut dilaporkan memiliki beban seberat 282 ton pada saat akan mendarat dan itu telah melebihi batas berat maksimum yang dirancang untuk pendaratan pesawat yakni 251 ton. (*/NP)

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker