DomestikHighlightHot News

PT DI IKUT SERTA DALAM PAMERAN ALAT PERALATAN PERTAHANAN (ALPALHAN), DI ACARA RAPAT PIMPINAN (RAPIM) TNI

Infopenerbangan.com, -Pada hari Senin tanggal 16 Januari 2017, Rapat Pimpinan (RAPIM) TNI dan Pameran Alat Peralatan Pertahanan (ALPALHAN) resmi dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Turut hadir dalam Rapim TNI ini Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jenderal Polisi Tito Karnavian, KSAD Jenderal Mulyono, KSAL Laksamana Ade Supandi, KSAU Marsekal Agus Supriatna dan sejumlah menteri Kabinet Kerja diantaranya Menko Polhukam, Wiranto, Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, Mensesneg, Pratikno, Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi, Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, dan Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu. Acara tersebut berlangsung dari tanggal 16-19 Januari 2017 di Mabes TNI di Cilangkap, Jakarta. Booth PTDI terletak di booth Alpahan.

PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI) yang menampilkan pesawat model produk andalannya, seperti CN235-220, NC212i, PTTA Wulung dan juga produk terbaru karya anak bangsa N219 dan N245 serta produk pesawat tempur KFX/IFX kerjasama dengan Korea Selatan.

Infopenerbangan.com/PT DI
Infopenerbangan.com/PT DI

PTDI memperkenalkan produk-produk unggulan diantaranya :

  1. CN235-220
    Pesawat CN235 ini merupakan pesawat komuter yang memiliki kapasitas penumpang 30-40 orang yang dapat di gunakan untuk berbagai misi atau operasi, antara lain sebagai pengangkut penumpang baik sipil, VIP, VVIP maupun penerjun, pengangkut barang atau penjatuh barang dari ketinggian, patroli maritim, pembuat hujan, dan dapat pula digunakan untuk evakuasi korban. CN235-220 mampu membawa beban maksimum mencapai 4 Ton serta mampu lepas landas dan mendarat pada landasan perintis yang pendek, dimana di Indonesia masih banyak sekali bandara perintis sehingga pesawat ini bisa menjadi alternatif bagi sarana transportasi.

Pesawat terbang CN235-220 generasi terbaru buatan PTDI memiliki beberapa keunggulan, yakni adanya penambahan berat maksimum yang dapat diangkut, sistem avionik yang lebih modern, autopilot, radar pendeteksi turbulensi dan penambahan winglet di ujung sayap CN235-220. Penggunaan winglet akan membuat pesawat lebih stabil dan lebih irit bahan bakar.

CN235-220 mampu terbang dengan ketinggian maksimum 10.000m dengan kecepatan jelajah 236 ktas dan jarak jangkau 2170 nm atau lama terbang 8,55 jam pada kecepatan pesawat 150 ktas.

2. NC212i
Pesawat NC212i adalah pesawat multiguna generasi terbaru dari NC212 dengan daya angkut 28 penumpang, memiliki ramp door, kabin yang luas dikelasnya, sistem navigasi dan komunikasi yang lebih modern, biaya operasi yang lebih rendah namun tetap kompetitif di pasar pesawat kecil. Pesawat NC212i dapat juga digunakan sebagai pembuat hujan, patroli maritim dan penjaga pantai. Saat ini pesawat NC212i tersebut telah sepenuhnya dikerjakan oleh PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI), artinya PTDI adalah satu-satunya industri pesawat terbang di dunia yang saat ini memproduksi pesawat NC212i.

Seluruh proses pembuatan pesawat tersebut telah dilakukan di Bandung pada kawasan produksi PTDI karena Airbus Defence and Space telah menyerahkan sepenuhnya fasilitas produksi ke PTDI mulai dari jig dan tools hingga pergudangannya (Slow Mover Material) yang semula berada di Spanyol telah dikirimkan seluruhnya ke PTDI.

Pesawat NC212i telah menggunakan Digital Avionic dan telah dilengkapi Autopilot sehingga memudahkan pilot melakukan konfigurasi terbang pesawat, Avionic Rack diletakkan di bagian depan moncong pesawat sehingga dapat menambah jumlah penumpang dan menggunakan winglet untuk mengurangi hambatan udara disekitar ujung sayap.

3. N219
Pesawat N219 sampai saat ini memasuki proses sertifikasi DKUPPU Kementerian Perhubungan. Saat ini proses sertifikasi dilakukan pada dua aspek :

1) Aspek design dan analisis, dimana tim dari Kementerian Perhubungan memeriksa satu persatu dokumen yang dibuat oleh engineer-engineer PTDI, penyelesaian satu dokumen bisa membutuhkan beberapa kali pertemuan (beberapa minggu).

2) Aspek pembangunan fisik pesawat prototypenya. Aspek fisik Prototype #1, tim Kementerian Perhubungan memeriksa part-part yang akan diintegrasikan (assembly), hal ini untuk memastikan bahwa part yang dibuat sudah sesuai dengan desain dari engineer.

Mengingat banyaknya dokumen lebih dari 300 dokumen (buku), dan lebih dari 3000 gambar teknis dan equivalen part yang harus direview, maka memang tugas ini sangat besar.

PT DI bersama dengan Kementerian Perhubungan dan LAPAN saat ini bekerja dengan sangat intensive untuk bisa menyelesaikan tugas dan permasalahan yang ada dalam proses sertifikasi pesawat N219 sehingga tujuan sertifikasi dapat dicapai. (*/Ip)

Product’s Summary

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker