Infopenerbangan,- Ikatan Pilot Indonesia (IPI) menyelenggarakan acara dengan tema Refleksi 72 Tahun Kemerdekaan di kawasan Halim Perdana Kusuma, Jakarta ( 29/08/2017). Mayoritas peserta yang hadir adalah pilot abinitio ( lulusan sekolah pilot) yang masih belum mendapat pekerjaan.

Dalam acara yang dipandu oleh jajaran Badan Pengurus IPI terungkap beberapa permasalahan yang dialami oleh pilot saat melamar di maskapai. Diantaranya, kontrak yang memberatkan hingga 17 tahun, membayar biaya pelatihan sampai ratusan juta rupiah, lama menunggu proses rekrutmen dan pelatihan.

Banyaknya pilot yang masih menganggur sudah terjadi sejak dua tahun terakhir, jumlahnya makin bertambah dan mencapai lebih dari seribu. Saat acara berlangsung sebanyak 450 pilot abinitio anggota IPI hadir menyampaikan keluhan.

Berbagai pihak menghimbau agar Pemerintah memberi solusi konkrit kepada anak bangsa, karena salah satu fakta di lapangan masih banyak pilot asing yg bekerja di maskapai nasional bahkan di penerbangan perintis yang notabene disubsidi oleh APBN alias uang rakyat.

Ketua umum IPI, Capt. Bambang Adi Surya berharap ada keterbukaan dari Pemerintah dan operator penerbangan mengenai kebutuhan yang konkrit saat ini dan beberapa tahun kedepan, sehingga masyarakat mendapat informasi yang akurat.

Tonton video disini:

SHARE

1 COMMENT

  1. Sudah seharusnya pemerintah dlm hal ini depnaker memberi dan mencarikan solusi bagi pilot ab initio yg belum mendapatkan kesempatan kerja dikarenakan ada bbrp airline msh menggunakan tenaga pilot asing. Dampaknya sdh jelas pilot kita sendiri sulit mendapat pekerjaan. Diharapkan pemerintah bisa cepat tanggap memikirkan nasib mereka mengingat besarnya biaya yg sdh dikeluarkan utk mengikuti pendidikan pilot saat ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here