Hot NewsInternasionalNews

Singapore Airlines Nyaris Salah Mendarat Di Bandara India

Infopenerbangan,- Pilot maskapai Singapore Airlines dengan 245 penumpang dan 14 kru pesawat yang berada di dalam pesawar terpaksa melakukan go-around ketika akan mendarat di bandara India.

Diberitakan oleh The Independent, pesawat dijadwalkan mendarat di Runway 09 bandara internasional Chhtarapati Shivaji (CSIA), namun akibat jarak pandang yang buruk pilot mengarah ke bandara yang salah sehingga petugas ATC memerintahkan untuk melakukan go-around.

Pesawat tersebut akhirnya mendarat di Runway 09 bandara Chhtarapati Shivaji lewat sembilan menit dengan waktu yang telah dijadwalkan.

Petugas ATC mengatakan pilot pesawat salah mengira runway bandara Juhu sebagai runway 09 bandara Chhtarapati Shivaji, namun pihak maskapai, dalam sebuah pernyataan menolak tanggapan tersebut dan mengatakan insiden tersebut terjadi akibat visibilitas yang buruk.

“Singapore Airlines penerbangan SQ422, yang beroperasi dari Singapura ke Mumbai pada tanggal 4 Desember, dijadwalkan mendarat di landasan pacu 09 di CSIA pukul 10.35. Namun, akibat kondisi visibilitas yang buruk, kru menghentikan pendekatan ke Runway 09 dengan jarak sekitar 1.000 kaki, sesuai dengan standar prosedur operasional,” kata maskapai tersebut.

“ATC Mumbai kemudian mengarahkan penerbangan untuk kembali mendekati Runway 09 dan pesawat mendarat dengan tidak lancar pada pukul 10.44 waktu. Tidak pernah ada kesalahan pilot SQ 422 menanggapi Bandara Juhu sebagai Bandara Internasional Chhatrapati Shivaji,” katanya.

Namun, sumber ATC mengatakan bahwa penerbangan SIA diminta melakukan go-around saat pesawat diketahui bergerak menuju Runway bandara Juhu.

Secara signifikan, Instrumental Landing System (ILS) tidak tersedia pada saat itu dan approach prosedur dilakukan dengan menggunakan bantuan navigasi VOR (Very High-Frequency Omnidirectional Range). ”

“Sesuai Standar Prosedur Operasional,  jika seorang pilot gagal melihat Runway ketika sedang melakukan pendekatan, maka pesawat akan diminta untuk melakukan go-around, Untuk pendekatan non-ILS, minima aerodrome yang dibutuhkan selalu lebih dibandingkan dengan pendekatan ILS. Tapi itu tergantung operator dan jenis pesawat yang dioperasikan. Bagaimanapun, radar kita ada dan penyimpangan pun segera dikomunikasikan ke pilot untuk melakukan tindakan korektif, “kata sumber tersebut. (*/NP)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker