IPO GMF

Infopenerbangan,- PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) akan melepas 10,8 miliar lembar saham atau sebanyak 30 persen dari modal disetor dalam proses Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO). IPO dilakukan sebagai langkah mewujudkan visi menjadi ‘Top 10 MRO in The World’ dengan pendapatan mencapai USD 1 miliar di 2021 mendatang.

Direktur Utama GMF, Iwan Joeniarto mengatakan Penawaran Umum Saham Perdana atau Initial Public Offering (IPO) akan dilakukan pada awal Oktober 2017. Ditambahkan olehnya jumlah tersebut setara dengan 30% dari jumlah modal disetor perusahaan dan masa penawaran akan berlangsung dari 2 hingga 4 Oktober 2017.

“Masa penawaran awal akan berlangsung dari 11 September hingga 21 September 2017. IPO ini merupakan yang terbesar dalam industri MRO di Asia semenjak 17 tahun terakhir,” kata Iwan, di Hotel Four Seasons, Jakarta, Senin (11/9).

Joeniarto mengatakan perseroan menargetkan meraih dana segar sekitar Rp 4,24 triliun sampai Rp 5,55 triliun dari IPO ini. Ia menjelaskan, 60% dana bersih dari hasil IPO tersebut akan digunakan oleh GMF untuk mendanai investasinya dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kapabilitas pada line maintenance dan repair & overhaul. Sementara 25% dana dari hasil IPO tersebut akan dimanfaatkan untuk kebutuhan modal kerja dan operasional sehari-hari. Sedangkan sisanya sebesar 15% akan digunakan untuk refinancing atau pelunasan hutang.

“Rencananya ekspansi GMF akan berfokus pada peningkatan kapasitas san kapabilitas dengan cara memperbarui teknologi dan skill SDM, sehingga GMF dapat menjadi ‘total solution provider yang memberikan layanan integritas bagi pelanggan kami. Selanjutnya GMF akan melakukan pengembangan perusahaan dengan memperbesar pasar kami dan menambah footprint global kami,” tegas Joeniarto.

Sementara itu, Komisaris Utama GMF Helmi lmam Satriyono mengatakan, dengan lPO akan menjadi perusahaan publik yang harus dapat menunjukkan kinerja positifnya kepada seluruh stakeholders dan shareholders. “Penerapan good corporate governance yang lebih baik guna memberikan nilai tambah bagi para stakeholders dan shareholders saat ini mutlak diperlukan,” pungkasnya. (*/NT)

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here